iniriau com, PEKANBARU – Sebanyak 5.282 mahasiswa baru Universitas Islam Riau (UIR) mulai memasuki tahapan awal kehidupan perguruan tinggi melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 15-17 September 2026, di GOR Volly UIR. Pesertanya berasal dari sembilan fakultas dan 34 program studi sarjana.
Berbeda dengan kegiatan pengenalan yang hanya berlangsung di tingkat universitas, PKKMB UIR tahun ini disusun berjenjang. Mahasiswa mengikuti agenda tingkat universitas pada hari pertama, kemudian berlanjut ke fakultas dan program studi pada dua hari berikutnya.
Dalam pembukaan PKKMB, Rektor UIR Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H., mengajak mahasiswa baru memanfaatkan masa kuliah untuk memperkaya pengetahuan, membangun relasi dan mempersiapkan diri meraih cita-cita.
Menurutnya, keberhasilan sebagai mahasiswa tidak cukup hanya ditentukan oleh capaian akademik. Sikap dan perilaku selama menjalani kehidupan kampus juga harus menjadi perhatian.
“Jaga diri dan kehormatan dengan menjauhkan diri dari perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas, narkoba dan lain sebagainya. Jangan hanya belajar ilmu di ruang kelas, namun pelajari juga adab sebagai mahasiswa,” pesan Admiral.
Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau H. Zulfikar Achmad, S.H., M.H., menilai masuk perguruan tinggi merupakan fase penting bagi mahasiswa dalam menentukan masa depannya.
Ia meminta mahasiswa tidak menjadikan perkuliahan sebatas proses mendapatkan ijazah. Berbagai aktivitas di luar kelas dinilai penting untuk memperkuat karakter sekaligus menambah pengalaman.
“Sebagai bagian dari Gen Unggul UIR 2026, mahasiswa didorong untuk memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya.
Mahasiswa juga didorong memperbanyak membaca, mengikuti kegiatan akademik dan kemahasiswaan, aktif dalam organisasi serta mengembangkan minat dan bakat masing-masing.
Selama PKKMB, mahasiswa baru mendapatkan sejumlah materi mengenai kehidupan kampus. Di antaranya pengenalan sistem akademik, bela negara, etika serta budaya yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi.
Salah satu pemateri yang dihadirkan UIR adalah Prof. Abdul Somad Batubara, L.C., D.E.S.A., Ph.D. Ia membawakan materi bertema “Smart, Ethical, Impactful: Menjadi Mahasiswa Muslim di Era Digital” yang mengangkat pengembangan karakter mahasiswa baru.
Tak hanya menerima pembekalan, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai organisasi mahasiswa (Ormawa) yang tersedia di UIR.
Saat ini terdapat 57 Ormawa yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dan mengembangkan potensi. Organisasi tersebut mencakup bidang olahraga, seni dan budaya, kerohanian, sosial, kepemimpinan hingga penalaran.
UIR juga memiliki wadah bagi mahasiswa internasional. Keberadaan berbagai organisasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi, memperluas pengalaman sekaligus membangun jejaring selama mahasiswa menempuh pendidikan di UIR.**