Harimau Sumatera Teror Warga Inhil, Sekolah Tatap Muka Dihentikan

Harimau Sumatera Teror Warga Inhil, Sekolah Tatap Muka Dihentikan
Ilustrasi harimau sumatera (foto: Freepik)

iniriau.com, INHIL – Kemunculan harimau Sumatera di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, membuat aktivitas masyarakat terganggu. Demi menghindari risiko terhadap keselamatan warga, kegiatan belajar mengajar di desa tersebut untuk sementara dialihkan dari tatap muka menjadi sistem daring.

Teror satwa liar itu telah berlangsung selama beberapa hari. Warga menemukan jejak kaki harimau di sekitar permukiman, sementara seekor sapi milik warga mengalami luka serius pada bagian kaki yang diduga akibat serangan harimau.

Kondisi tersebut membuat masyarakat memilih membatasi aktivitas di luar rumah. Suasana desa pun terlihat sepi karena warga khawatir harimau masih berkeliaran di sekitar kawasan permukiman.

Kepala Desa Sungai Danai, Halim, mengatakan pemerintah desa telah mengirimkan surat resmi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau agar segera menurunkan tim penanganan konflik satwa.

"Kemunculan harimau ini sangat meresahkan masyarakat. Kami mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak demi keselamatan. Kami juga sudah meminta BKSDA segera turun untuk melakukan penanganan," ujar Halim.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Pendidikan mengambil langkah antisipatif dengan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah yang berada di Desa Sungai Danai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir, Abdul Rasyid, mengatakan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan diminta menjalankan proses belajar mengajar secara daring hingga situasi dinyatakan aman.

"Untuk sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan dan dialihkan ke sistem daring. Kebijakan ini kami ambil demi melindungi keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan sampai kondisi benar-benar kondusif," katanya.

Hingga Senin (27/7/2026), warga bersama pemerintah desa masih meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu tim BKSDA Riau melakukan penanganan di lokasi. Masyarakat berharap harimau tersebut segera dievakuasi sehingga aktivitas warga dan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.**
 

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index