Pedagogi Hijau Dorong Isu Lingkungan Masuk dalam Pembelajaran

Pedagogi Hijau Dorong Isu Lingkungan Masuk dalam Pembelajaran
Perubahan tutupan vegetasi menjadi salah satu persoalan lingkungan yang dapat dijadikan bahan pembelajaran. (Dok. Pribadi)

Penulis: Rara Muthia Eka Putri

PERSOALAN lingkungan yang terjadi di sekitar masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah. Kondisi lingkungan seperti perubahan tutupan vegetasi, pencemaran, maupun berkurangnya ruang hijau dapat dimanfaatkan sebagai konteks untuk membantu peserta didik memahami berbagai materi pembelajaran.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pedagogi hijau. Pendekatan ini menghubungkan proses pendidikan dengan persoalan lingkungan sehingga peserta didik tidak hanya mempelajari konsep secara teori, tetapi juga memahami keterkaitannya dengan kondisi lingkungan di sekitar.

Lingkungan dapat menjadi sumber belajar yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Kondisi lahan, keberadaan tumbuhan, perubahan ekosistem, maupun persoalan pencemaran dapat diamati dan kemudian dikaitkan dengan materi yang sedang dipelajari.

Dalam pembelajaran Biologi, misalnya, perubahan kondisi lingkungan dapat dikaitkan dengan materi ekosistem, keanekaragaman hayati, pencemaran, maupun hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya. Peserta didik dapat diajak mengamati kondisi lingkungan kemudian menghubungkannya dengan konsep yang dipelajari.

Pembelajaran dengan menggunakan persoalan nyata juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih aktif. Mereka dapat mengidentifikasi masalah, mencari informasi, berdiskusi, serta menyampaikan pemikiran mengenai kondisi lingkungan yang diamati.

Guru memiliki peran dalam mengarahkan kegiatan tersebut agar tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran. Isu lingkungan yang digunakan tidak hanya menjadi bahan pembicaraan, tetapi dapat ditempatkan sebagai konteks yang membantu peserta didik memahami materi.

Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar juga tidak selalu membutuhkan fasilitas khusus. Sekolah dapat memanfaatkan kondisi lingkungan yang sudah tersedia di sekitar. Kegiatan pengamatan sederhana dapat menjadi bagian dari pembelajaran selama disesuaikan dengan materi dan kemampuan peserta didik.

Melalui pendekatan tersebut, peserta didik dapat melihat bahwa persoalan lingkungan bukan hanya sesuatu yang dibahas dalam buku pelajaran. Berbagai kondisi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi bagian dari proses belajar.

Pedagogi hijau juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah. Ketika berhadapan dengan persoalan lingkungan, peserta didik dapat dilatih untuk memahami penyebab, melihat dampak, serta memikirkan langkah yang dapat dilakukan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

Namun, penerapan pedagogi hijau tetap membutuhkan kesiapan dari guru dan sekolah. Guru perlu memilih isu lingkungan yang sesuai dengan materi pembelajaran sehingga kegiatan yang dilakukan tetap memiliki tujuan pendidikan yang jelas.

Selain itu, kondisi setiap sekolah berbeda. Tidak semua sekolah memiliki lingkungan dan fasilitas yang sama. Karena itu, penerapan pedagogi hijau dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah tanpa harus menggunakan bentuk kegiatan yang sama.

Isu lingkungan di daerah juga dapat menjadi pilihan untuk membuat pembelajaran lebih kontekstual. Peserta didik dapat mempelajari persoalan yang berada di sekitar mereka sehingga materi yang diperoleh di sekolah memiliki hubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran yang mengangkat persoalan lingkungan juga dapat membantu peserta didik memahami bahwa tindakan terhadap lingkungan membutuhkan pengetahuan dan kesadaran. Pendidikan dapat menjadi salah satu ruang untuk membangun pemahaman tersebut sejak dini.

Penerapan pedagogi hijau tidak berarti setiap pembelajaran harus dilakukan di luar kelas. Guru tetap dapat menggunakan kegiatan di dalam kelas dengan menghadirkan isu lingkungan sebagai bahan diskusi, analisis, maupun pemecahan masalah.

Dengan demikian, lingkungan dapat ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman belajar peserta didik. Mereka tidak hanya mengetahui adanya persoalan lingkungan, tetapi juga belajar memahami hubungan antara manusia, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari.

Pedagogi hijau pada akhirnya dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membuat pembelajaran lebih dekat dengan persoalan nyata. Melalui isu lingkungan yang ada di sekitar, peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk belajar memahami masalah sekaligus mengembangkan pemikiran mengenai upaya menjaga lingkungan.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index