Kolesterol Tinggi Bisa Menyerang Meski Berat Badan Normal

Kolesterol Tinggi Bisa Menyerang Meski Berat Badan Normal
PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia sesi edukasi media di Jakarta (foto:Daewoong)

iniriau.com, Jakarta – Memiliki tubuh langsing bukan berarti terbebas dari risiko kolesterol tinggi maupun penyakit kardiovaskular. PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan penampilan fisik sebagai tolok ukur kesehatan.

Dalam sesi edukasi media di Jakarta, kedua pihak menyoroti fenomena obesitas pada berat badan normal, yakni kondisi ketika seseorang memiliki indeks massa tubuh (BMI) normal tetapi menyimpan lemak visceral berlebih yang dapat memicu gangguan metabolik.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah PERKI, dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, mengatakan tubuh langsing tidak selalu identik dengan kadar kolesterol yang sehat. Penumpukan lemak di sekitar organ tubuh dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, kolesterol LDL, hingga penyakit jantung.

"Satu-satunya cara mengetahui kadar kolesterol adalah melalui pemeriksaan darah. Karena itu, pemeriksaan profil lipid secara berkala sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga penyakit jantung, diabetes, atau hipertensi," ujar Susetyo.

Ia menjelaskan, pedoman terbaru merekomendasikan pasien dengan risiko kardiovaskular sangat tinggi menurunkan kadar kolesterol LDL hingga di bawah 55 mg/dL atau minimal turun 50 persen dari kadar awal. Semakin rendah kadar LDL, semakin kecil risiko serangan jantung dan stroke.

Berdasarkan berbagai penelitian internasional, orang dengan berat badan normal tetapi mengalami gangguan metabolik memiliki risiko penyakit kardiovaskular sekitar dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan mereka yang metaboliknya sehat. Risiko tersebut dinilai lebih besar pada populasi Asia karena cenderung memiliki lemak visceral lebih banyak meski berat badan tidak berlebih.

Sementara itu, Head of Brand and Marketing Daewoong, dr. Wicak Prasetiadi, mengatakan edukasi ini bertujuan mengubah persepsi masyarakat bahwa tubuh langsing otomatis bebas dari penyakit jantung.

"Kami ingin meningkatkan kesadaran bahwa pemeriksaan kolesterol secara rutin dan penanganan yang tepat merupakan langkah penting untuk mencegah penyakit kardiovaskular sejak dini," katanya.**

Zulifni 

#Bisnis

Index

Berita Lainnya

Index