Jelang Vonis Abdul Wahid Simpatisan dan Kader PKB Gelar Doa Bersama

Jelang Vonis Abdul Wahid Simpatisan dan Kader PKB Gelar Doa Bersama
Doa bersama untuk kebebasan Gubernur Riau non aktif Abdul Wahid, Rabu (29/7). Foto - Astrid

iniriau.com, Pekanbaru - Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau dan Pekanbaru, serta simpatisan Abdul Wahid (AW) menggelar doa bersama untuk kebebasan Gubernur Riau non aktif Abdul Wahid. Doa bersama digelar di halaman Kantor PKB Pekanbaru, Rabu (29/7) di Pekanbaru. Doa bersama untuk Abdul Wahid tersebut dipimpin oleh KH Abdu Rahman Qoharuddin. Ia beristiqasah bersama para simpatisan dan kader PKB.

"Kita sudah mengikuti persidangan dari awal hingga akhir, dan besok adalah keputusan dari majelis hakim. Kita yakin Pak Abdul Wahid bebas dan tidak bersalah. Kita hari ini berkumpul bersama dan berdoa untuk kebebasan Pak Gubernur kita, Abdul Wahid," kata Musliadi yang biasa dipanggil Cak Mus itu.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Abdul Wahid, Levi mengatakan, doa bersama ini adalah jawaban dari masyarakat Riau yang masih ingin Abdul Wahid memimpin Riau.

"Kita tidak mau berandai-andai, kita titipkan semuanya kepada yang berwenang dalam hal ini adalah para penegak hukum. Doa bersama ini adalah jawaban lmasyarakat Riau yang masih setia dan sedia membersamai Abdul Wahid. Semoga apapun keputusan dari majelis hakim besok, adalah keputusan yang terbaik buat beliau," kata Levi singkat.

Salah seorang peserta doa bersama, Yudi Muis Syarif menyatakan harapan yang sama, ia berharap majelis hakim yang dipimpin oleh Delta Tamtama bisa memberikan putusan yang bijaksana.

Menurut Yudi, marwah hakim adalah marwah negara, kemudian marwah seorang hakim tidak diukur dari kerasnya putusan. Namun, dari keberanian memutuskan suatu hal dengan hati nurani, fakta persidangan dan hukum yang berlaku.

"Kami yakin, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan terjaga jika keputusan berasal dari independensi, integritas dan penghormatan terhadap hukum. Semoga majelis hakim diberikan kekuatan menjaga marwah peradilan, menegakkan keadilan dan memberikan putusan yang bisa dipertanggung jawabkan di mata masyarakat dan Allah SWT," ujar Yudi menutup penjelasannya, Rabu malam.

Rencananya para simpatisan Abdul Wahid akan datang lebih awal dan berkumpul di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru jam 08.00 WIB, Kamis pagi.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index