iniriau.com, PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Riau sepanjang Minggu (19/7/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan di beberapa daerah berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Gita Dewi S., mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari didominasi udara kabur hingga cerah berawan. Memasuki siang, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprediksi mulai turun di sejumlah kabupaten dan kota.
"Potensi hujan pada siang hari terdapat di sebagian wilayah Siak, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Kampar, hingga Kota Pekanbaru. Kondisi ini masih berlanjut pada sore hingga malam di beberapa wilayah," ujar Gita.
Ia menjelaskan, hujan diprakirakan kembali terjadi pada dini hari di sebagian wilayah Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Kota Pekanbaru.
Selain itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah. "Kami mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Indragiri Hulu, Bengkalis, Kampar, dan Kota Pekanbaru hingga dini hari," katanya.
BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 55 sampai 100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Sementara itu, tinggi gelombang di perairan Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah. Meski demikian, Gita mengingatkan nelayan dan pengguna transportasi laut agar tetap memperhatikan informasi cuaca sebelum berlayar.
Di sisi lain, hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 373 titik panas di Pulau Sumatera. Provinsi Riau menyumbang 17 hotspot yang tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 10 titik, Indragiri Hilir empat titik, dan Bengkalis tiga titik.
"Kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin," tutup Gita.**