iniriau.com, PEKANBARU – PT SPR Trada resmi memiliki jajaran pimpinan baru setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar di Pekanbaru, Rabu (24/6/2026). Dalam rapat tersebut, Aspandiar ditunjuk sebagai Komisaris, sementara Suwandi dipercaya menjabat Direktur PT Trada.
Penetapan keduanya merupakan bagian dari langkah restrukturisasi yang dilakukan PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) sebagai perusahaan induk guna memperkuat kinerja anak usaha. Aspandiar dan Suwandi menggantikan Tata Haira dan Ramli Walid yang sebelumnya memimpin perusahaan tersebut.
Direktur Utama PT SPR, Muhammad Haris Kampai, menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan baru PT Trada. Menurutnya, perusahaan masih memiliki peluang besar untuk berkembang melalui berbagai sektor usaha yang menjadi fokus bisnis perusahaan.
Ia menegaskan bahwa jajaran baru tidak hanya dituntut menjalankan roda perusahaan, tetapi juga menghadirkan terobosan yang mampu meningkatkan pendapatan dan memperluas aktivitas usaha. Potensi di sektor perdagangan, pertanian, hingga kehutanan dinilai masih terbuka lebar untuk digarap secara maksimal.
Haris juga memastikan proses penunjukan direksi dan komisaris dilakukan berdasarkan pertimbangan serta evaluasi yang matang. Karena itu, manajemen baru akan langsung dihadapkan pada target-target kinerja yang terukur.
Sebagai bentuk pengawasan, PT SPR akan melakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan. Perkembangan program kerja dan capaian perusahaan akan menjadi indikator utama dalam menilai keberhasilan kepemimpinan baru tersebut.
"Tidak ada perlakuan khusus bagi siapa pun. Semua pimpinan perusahaan memiliki target yang harus dicapai, termasuk saya sebagai Direktur Utama yang juga mendapat target dari pemegang saham," tegas Haris.
Selain PT Trada, SPR juga akan melanjutkan agenda penyegaran manajemen di anak perusahaan lainnya. Dalam waktu dekat, RUPS-LB PT SPR Cipta Lestari dijadwalkan berlangsung untuk menyelesaikan proses restrukturisasi yang tengah dilakukan.
Melalui langkah tersebut, SPR berharap seluruh anak perusahaan dapat bergerak lebih cepat, memiliki arah bisnis yang jelas, serta mampu meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan dan daerah.**