Dishub Riau Siapkan Strategi Transportasi Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Dishub Riau Siapkan Strategi Transportasi Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Arus mudik lebaran di Terminal BRPS Sabtu (7/3/2026) - foto dok iniriau

iniriau.com, PEKANBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau mulai mematangkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Riau, Onki Hertawan, menyebutkan bahwa pergerakan pemudik diperkirakan mulai meningkat pada 13 hingga 20 Maret 2026. Peningkatan jumlah perjalanan diprediksi terjadi seiring dimulainya masa libur panjang.

“Periode arus mudik diperkirakan berlangsung sejak 13 sampai 20 Maret. Untuk puncaknya kemungkinan terjadi pada Selasa malam, 17 Maret, hingga Rabu pagi, 18 Maret 2026,” kata Onki saat mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning di Mapolda Riau, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, puncak arus mudik tersebut berkaitan dengan momentum libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga masyarakat diperkirakan mulai melakukan perjalanan lebih awal.

Sementara itu, arus balik diprediksi terjadi pada 23 hingga 29 Maret 2026. Pada periode tersebut, lonjakan kendaraan diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin dan Selasa, 23–24 Maret, ketika masyarakat kembali ke kota tempat bekerja maupun beraktivitas.

Untuk memastikan kelancaran transportasi selama musim mudik, Dishub Riau melakukan sejumlah persiapan, salah satunya dengan meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan umum melalui pemeriksaan kelayakan atau ramp check.

“Kami memastikan seluruh kendaraan angkutan umum yang beroperasi telah melalui pemeriksaan berkala sehingga benar-benar dalam kondisi aman dan layak jalan,” jelasnya.

Selain itu, Dishub juga berupaya meningkatkan pelayanan di sejumlah fasilitas transportasi, seperti terminal, pelabuhan, dan bandara. Peningkatan tersebut meliputi penyediaan ruang tunggu yang lebih nyaman serta fasilitas ibadah yang memadai bagi para penumpang.

Dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat Lebaran, Dishub Riau menyiapkan sebanyak 28.380 armada transportasi darat. Selain itu, tersedia pula lima kapal penyeberangan jenis Ro-Ro, 10 kapal laut, serta 12 maskapai penerbangan yang siap melayani kebutuhan perjalanan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga akan memberlakukan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang pada periode tertentu selama masa mudik. Pembatasan ini ditujukan bagi kendaraan dengan tiga sumbu atau lebih, termasuk kendaraan dengan kereta tempel dan gandengan, guna mengurangi kepadatan arus lalu lintas.

Onki mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Ia juga mengimbau pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan.

“Utamakan keselamatan saat berkendara, patuhi rambu dan marka jalan, jangan membawa muatan berlebihan, serta lengkapi surat-surat kendaraan. Jika merasa lelah di perjalanan, sebaiknya berhenti dan beristirahat demi keselamatan bersama,” pungkasnya.**

#Pemprov Riau

Index

Berita Lainnya

Index