Iniriau.com, Jakarta - Penyidik Polri tetap yakin ceramah Habib Bahar bin Smith yang menyinggung Presiden Joko Widodo seperti banci mengandung ujaran kebencian. Sebelumnya pihak Habib Bahar bin Smith menyatakan kata banci hanyalah majas.
"Penyidik Bareskrim sudah mengumpulkan alat-alat bukti yang berkaitan dengan peristiwa pidana tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (10/12/2018).
Dalam menyimpulkan adanya unsur ujaran kebencian, lanjut Dedi, kepolisian sudah melakukan proses sesuai standar operasional prosedur (SOP) manajemen penyidikan.
"Prosesnya sesuai SOP Manajemen penyidikan," ucap Dedi.
Dedi menegaskan proses hukum yang menjerat Bahar akan terus berjalan. Dedi memastikan proses penyidikan akan profesional dan transparan.
"Proses hukum lanjut. Penyidik Bareskrim akan menangani secara profesional dan transparan. Saat ini proses pemberkasan terus diselesaikan untuk diajukan ke JPU (jaksa penuntut umum)," terang Dedi.
Penasehat hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar, menjelaskan isi ceramah kliennya saat diperiksa penyidik Bareskrim Polri didominasi majas.
"Tadi sudah dibantah sama Habib (soal hate speech). Keterangan-keterangan terkait hate spech itu mayoritas berisi majas. Habib mengisi ceramah itu mengandung unsur keagamaan, unsur agama Islam, dan harus dilihat dari agama Islam kan," kata Aziz usai mendampingi pemeriksaan Habib Bahar di Bareskrim Polri, gedung KKP, Jl Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/12). (irc/dtk)
Polisi Punya Bukti, Adanya Unsur Kebencian di Ceramah Habib Bahar
Redaksi
Selasa, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo
Pilihan Redaksi
IndexGelar Media Gathering, BPJS Kesehatan Singgung Pengnonaktifan Kepesertaan
1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukum
ASN PPPK di Siak Terjaring Kasus Sabu, Dua Wanita Ikut Diamankan
Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:01:06 Wib Hukum
Pengendara Motor Jatuh dari Flyover Arengka Meninggal Dunia
Jumat, 27 Februari 2026 - 13:44:07 Wib Hukum
Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau, Polisi Pertimbangkan Pasal Berlapis
Jumat, 27 Februari 2026 - 13:34:08 Wib Hukum
ASN Disnaker Inhu Diciduk Polisi Terkait Dugaan Transaksi Sabu
Jumat, 27 Februari 2026 - 10:20:49 Wib Hukum