iniriau.com, Pekanbaru - Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat sebanyak 6.917 warga kota Pekanbaru terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan Pnomenia. Angka tersebut terdata mulai dari Agustus sampai 21 September 2026, Selasa (22/9).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Hazli Fendriyanto, terkait penyakit yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan beberapa waktu terakhir.
"Masih karena kebakaran hutan dan lahan ya, Dinas Kesehatan Pekanbaru mencatat total penderita ISPA dan Pnomenia ini sudah di angka enam ribu lebih. Dari Agustus sampai hari Senin kemarin," kata Hazli menjelaskan rincian data warga kota Pekanbaru yang terkena ISPA.
Panderita ISPA dan Pnomenia tersebut umumnya adalah kelompok usia rentan yaitu anak-anak dan orang lanjut usia (lansia). Mereka, bahkan ada yang menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit di Pekanbaru.
"Ada yang sampai dirawat inap, mulai dari anak-anak hingga lansia. Oleh karena itu, sebagai langkah preventifmya, kita meminta kelompok usia rentan ini mengurangi aktifitas diluar rumah. Masalah karhutla ini memang sangat mengganggu.
Diakhir penjelasannya, Hazli menghimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama masa karhutla ini dengan banyak mengkonsumsi air putih dan buah.
"Saya berharap masalah ini bisa segera teratasi dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasanya," ujar Hazli menutup penjelasannya.**