Adu Jotos Dewan Pekanbaru Dinilai Coreng Marwah Melayu

Adu Jotos Dewan Pekanbaru Dinilai Coreng Marwah Melayu
Foto atas - Pengurus LAMR Aspandiar. Foto - Astrid

iniriau.com, Pekanbaru - Adu fisik para anggota dewan di Pekanbaru mendapat sorotan dari salah satu pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Aspandiar, Kamis (13/8) di Pekanbaru.

Menurutnya, sebagai wakil rakyat sah - sah saja mereka berjuang membela hak rakyat, namun jangan sampai tidak bisa mengendalikan diri.

"Ingin saya katakan disini, bahwa mereka terlalu menghayati pekerjaannya, namun jangan sampai melakukan tindakan yang bertentangan dengan tunjuk ajar Melayu," kata Aspandiar memulai wawancaranya dengan iniriau.com.

Ia dengan tegas mengingatkan jika berbuat gaduh di depan publik adalah aib besar dan perbuatan tercela serta merusak marwah seseorang.

"Dalam tunjuk ajar melayu, pertengkaran di depan umum merupakan aib besar, ini merupakan bagian dari pantang larang yg merusak marwah. Sikap perilaku ini sangat tercela, dan menjatuhkan harga diri seseorang, yang lebih jelek lagi perbuatan ini melanggar prinsip adat dan sendi agama," lanjut Aspandiar lagi

Masih menurut Aspandiar, berseteru di hadapan orang banyak dianggap sebagai tanda ketiadaan kendali diri dan hilangnya kebijaksanaan.

"Utamakanlah musyawarah, menjaga lisan itu sangat perlu,apa yang terucap dan bagaimana bersikap, akan mencerminkan kualitas akal budi seseorang," tutup Aspandiar mengakhiri penjelasannya.

Beberapa waktu lalu, dunia jagad maya dihebohkan dengan adu fisik antara Wakil Ketua DPRD Parisman Ikhwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet. Keduanya bentrok setelah berselisih paham pada pelaksanaan rapat anggaran di DPRD Riau.

Terbaru, giliran dua anggota DPRD Pekanbaru juga melakukan aksi serupa mengikuti langkah sang senior di DPRD Riau. Anggota Komisi IV DPRD Zulkardi melabrak anggota Komisi I DPRD Pekanbaru Firman di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada 10 Agustus 2026 lalu.

Awal cekcok kedua wakil rakyat kota Pekanbaru ini dimulai karena Firman memberikan pernyataan di media terkait masalah hak guna bangunan (HGB) 133 Sukaramai Trade Center, setelah berkonsultasi ke Kemendagri.

Tidak senang jika rekan sejawatnya itu, Zulkardi langsung melabrak Firman, bahkan belum sempat Firman berdiri Zukardi kembali menyerang dengan sebuah cekikikan di leher temannya yang berasal dari Komisi I DPRD Pekanbaru itu.

Anggota DPRD Pekanbaru Komisi I Firman Tegaskan Tempuh Jalur Hukum

Sementara itu, anggota komisi I DPRD Pekanbaru Firman yang menjadi sasaran amukan Zulkardi menegaskan tetap menempuh jalur hukum. Ia tidak terima atas sikap Zulkardi dan sudah melaporkannya ke Polda Metro Jaya di Jakarta.

"Saya tetap tempuh jalur hukum. Zulkardi boleh berargumentasi, saya juga punya argumentasi sendiri, dan saya tetap ikuti proses hukum," kata Firman singkat.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index