iniriau.com, Pekanbaru - Hingga Juli 2026, capaian pendapatan asli daerah (PAD) Riau sebesar 50%. Meskipun tidak menyebutkan angka pastinya, capaian ini menurut anggota Komisi III DPRD Riau dari Fraksi PKS Abdullah sudah cukup baik.
Masih menurut Abdullah, ada beberapa sektor yang harus digenjot lagi agar capaian PAD lebih maksimal, salah satunya adalah sektor BUMD. Hingga saat ini, sektor BUMD belum ada yang memenuhi target yang sudah ditetapkan di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2026.
Oleh karena itu, Komisi III DPRD Riau tengah menggesa para pemimpin Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar segera mencapai target yang sudah ditetapkan.
"Ya, sejauh ini PAD kita sudah 50%, terhitung Juli 2026 lalu. Nah, saya lihat di sektor BUMD masih belum maksimal. Makanya, saya minta para pemimpin perusahaan agar segera capai target yang sudah disampaikan di RUPS," kata Abdullah kepada iniriau.com, Minggu (9/8) di Pekanbaru.
Ia mengatakan para pemimpin perusahaan itu harus gerak cepat, sehingga bisa tercapai semuanya sebelum pembahasan APBD Riau Perubahan (APBD - P) 2026.
"Harus gerak cepat semuanya, apalagi pemimpin perusahaan BUMD ada anak mudanya. Pasti lebih kreatif dan inovatif, saya harap target dari BUMD di Riau bisa tercapai sebelum APBD - P 2026 dilaksanakan," ujar Abdullah menutup wawancara, Minggu siang.
Sementara itu untuk tahun 2027, Abdullah juga sempat menyinggung terkait target anggaran di APBD Riau 2027. Rencananya, DRPD Riau sedang berusaha agar APBD Riau tahun depan bisa kembali mencapai dua digit, yaitu sekitar 10 triliun.**