iniriau.com, PEKANBARU – Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si menegaskan bahwa Kabupaten Siak memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada Sarasehan Pasis Seskoau A-65 bertema Meneguhkan Nilai-Nilai Kejuangan dalam Mewujudkan Pertahanan Energi Guna Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh di Hotel Jatra Pekanbaru.
Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari perwira TNI AU, TNI AD, Polri, dan Pasis Seskoau, Afni menyampaikan bahwa ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber daya, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan dan kekuatan bangsa.
Menurutnya, daerah penghasil energi seperti Siak memegang tanggung jawab besar karena memiliki kontribusi langsung terhadap pasokan energi nasional. Oleh sebab itu, keberlangsungan sektor energi harus diimbangi dengan pengelolaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Riau merupakan salah satu penyangga utama energi nasional. Jika wilayah penghasil energi terganggu, dampaknya akan dirasakan secara luas. Menjaga Siak berarti ikut menjaga ketahanan energi Indonesia," ujar Afni.
Ia juga mengingatkan sejarah panjang Kerajaan Siak yang menyerahkan aset, termasuk sumber daya minyak, kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk pengabdian terhadap bangsa. Nilai sejarah tersebut, kata dia, menjadi semangat bagi generasi saat ini untuk terus menjaga kekayaan energi nasional.
Afni menambahkan, Kecamatan Minas yang menjadi salah satu pusat produksi minyak nasional melalui operasi Pertamina Hulu Rokan, semakin memperkuat posisi Kabupaten Siak dalam mendukung ketahanan energi. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Siak juga memiliki peran melalui kepemilikan saham mayoritas di PT Bumi Siak Pusako (BSP), BUMD yang bergerak di sektor energi.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan Provinsi Riau memiliki potensi besar di sektor energi, baik dari industri migas maupun perkebunan kelapa sawit.
Ia menjelaskan, luas perkebunan sawit di Riau mencapai sekitar 3,87 juta hektare atau lebih dari 21 persen luas perkebunan sawit nasional, dengan produksi crude palm oil (CPO) sekitar 9,4 juta ton per tahun.
Di sektor migas, produksi minyak Riau berkisar 131 ribu hingga 151 ribu barel per hari atau menyumbang sekitar 24–30 persen produksi minyak nasional. Keberadaan Kilang Pertamina RU II Dumai serta posisi geografis Riau di jalur Selat Malaka juga dinilai semakin memperkuat peran provinsi ini sebagai salah satu pusat ketahanan energi Indonesia.**