Jejak Harimau Sumatera Kembali Ditemukan di Pulau Burung Inhil

Jejak Harimau Sumatera Kembali Ditemukan di Pulau Burung Inhil
Jejak harimau sumatera di Inhil (foto: BBKSDA Riau)

iniriau.com, PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menemukan jejak baru yang diduga milik harimau Sumatera di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. Penemuan itu merupakan tindak lanjut atas laporan kemunculan harimau yang memangsa ternak warga beberapa waktu lalu.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan tim Wildlife Rescue Unit (WRU) diterjunkan ke lokasi untuk melakukan identifikasi sekaligus langkah mitigasi. Dari hasil pemeriksaan di lapangan bersama perangkat desa dan personel Polsek Pulau Burung, ditemukan jejak harimau dengan ukuran telapak kaki sekitar 14 sentimeter x 13 sentimeter.

"Temuan jejak tersebut menunjukkan harimau masih berada di sekitar lokasi. Untuk memantau pergerakannya, tim telah memasang camera trap dan melakukan pemantauan udara menggunakan drone," kata Supartono.

Selain melakukan pemantauan, petugas juga mengedukasi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kebun maupun di sekitar lokasi kemunculan satwa liar tersebut.

BBKSDA juga mengimbau warga mengandangkan ternak seperti sapi dan kambing agar tidak menarik perhatian harimau mendekati permukiman. Masyarakat juga diminta memanfaatkan meriam spiritus sebagai upaya menghalau satwa agar kembali ke habitat alaminya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, mengingatkan bahwa harimau Sumatera merupakan satwa dilindungi yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

"Harimau Sumatera adalah satwa kebanggaan Pulau Sumatera. Mari kita jaga kelestarian alam dan satwa liar demi keberlangsungan hidup bersama," ujarnya.

BBKSDA Riau meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas atau aparat setempat apabila kembali melihat keberadaan harimau Sumatera, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalkan.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index