Polda Riau Belum Simpulkan Penyebab Kematian Dokter PPDS

Polda Riau Belum Simpulkan Penyebab Kematian Dokter PPDS
Evakuasi dokter yang ditemukan tewas di lahan kosong di samping RSUD Siak (foto:Dok iniriau)

iniriau.com, PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab meninggalnya dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi, Alex Cristo Loris (30), yang ditemukan tak bernyawa di kawasan semak belukar di sisi pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak.

Korban, warga Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, diketahui sedang menjalani pendidikan dokter spesialis dari Universitas Riau di RSUD Tengku Rafian sejak 1 Juli 2026. Jenazahnya ditemukan pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kasubdit Penmas Polda Riau AKBP Rudi M. Samosir mengatakan proses autopsi telah dilakukan di Instalasi Kedokteran Forensik dan Pemulasaran Jenazah RS Bhayangkara Pekanbaru guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

"Dari hasil autopsi sementara ditemukan luka berbentuk titik disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri. Selain itu terdapat memar di bagian kepala yang disebabkan benturan benda tumpul," ujar Rudi, Rabu (15/7/2026).

Selain memar di kepala, tim forensik juga menemukan sejumlah luka yang muncul setelah korban meninggal dunia (post mortem) pada bagian leher, dada, perut, punggung, hingga kedua lengan. Berdasarkan karakteristiknya, luka tersebut diduga merupakan bekas gigitan serangga.

Pemeriksaan juga mengungkap adanya pelebaran pembuluh darah pada sejumlah organ dalam serta kondisi kongesti atau pembendungan. Namun, temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian.

"Untuk sementara penyebab kematian belum bisa dipastikan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik," jelasnya.

Berdasarkan analisis awal tim dokter forensik, korban diperkirakan meninggal antara 12 hingga 24 jam sebelum autopsi dilakukan. Sejumlah sampel biologis, seperti darah, urin, dan organ dalam, telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Rudi menambahkan, Biddokkes Polda Riau terus berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik agar hasil pemeriksaan dapat segera diketahui dan menjadi dasar dalam mengungkap penyebab pasti kematian dokter muda tersebut.

Autopsi dilakukan oleh tim dokter forensik yang dipimpin Prof. Dr. dr. Dedi Affandi, DFM, Sp.FM, Subsp. EM (K), MM, MARS, MH, bersama dr. Youga Balian Firdaus, SH, Sp.FM, dan dr. Desy Martha Panjaitan, MH, Sp.FM.

"Hasil pemeriksaan lanjutan nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti kematian Alex Cristo Loris," tutup Rudi.**

#Hukrim

Index

Berita Lainnya

Index