iniriau.com, DENPASAR – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan dukungannya terhadap pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang tengah dipersiapkan pemerintah di Bali. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk PFII yang digelar di Ruang Pancasila, Gedung DPD RI Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026).
Forum ini menjadi wadah menghimpun pandangan dari berbagai kalangan terkait pengembangan PFII sebagai kawasan keuangan internasional yang diharapkan mampu menarik investasi global sekaligus memperkuat pembiayaan pembangunan nasional.
Ketua Dewan Pembina SMSI Pusat, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH, MH, CCD, CIRP, dalam sambutannya yang dibacakan Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, menyampaikan bahwa SMSI mendukung penuh langkah pemerintah membangun PFII. Menurutnya, pusat finansial tersebut harus menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi nasional, bukan sekadar menjadi pusat transaksi keuangan.
"Likuiditas global yang masuk harus mampu menggerakkan sektor riil, mendorong hilirisasi industri, memperkuat ketahanan pangan, hingga mendukung pembangunan ekonomi hijau," ujarnya.
Prof. Harris menilai keberadaan PFII juga membuka peluang besar untuk menarik devisa dan investasi ke dalam negeri. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada tata kelola yang transparan, kepastian hukum, serta kesiapan infrastruktur dan ekosistem usaha nasional.
Ia menegaskan, semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 harus menjadi pijakan utama dalam pembangunan PFII agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia.
Menurutnya, perbankan, lembaga keuangan, dan pelaku usaha memiliki peran strategis sebagai penghubung arus modal internasional menuju sektor-sektor produktif di dalam negeri. Dengan demikian, investasi yang masuk dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi.
Sebagai tindak lanjut dari FGD tersebut, SMSI akan menggelar rangkaian seminar di Jakarta, Medan, dan Makassar mulai Agustus hingga Oktober 2026. Pembahasan akan difokuskan pada penguatan investasi, sektor produktif nasional, serta regulasi dan integritas sistem keuangan.
Seluruh hasil diskusi nantinya akan dirangkum dalam bentuk White Paper atau Policy Brief yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai rekomendasi kebijakan dalam mendukung implementasi PFII.
SMSI berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat ekosistem pusat finansial internasional sehingga mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global.**