iniriau.com, Pekanbaru - Harga bahan baku pembuatan tahu dan tempe mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Saat ini, harga kacang kedelai impor sudah mencapai Rp 500.000,- per karung.
Hal ini membuat produsen tahu dan tempe SP 3 mengecilkan ukuran cetakan produksinya.
"Harga kacang kedelai impor sudah Rp 500.000,-/ karung. Kita pakai kacang kedelai asal Malaysia," tutur Lestari, pemilik pabrik tahu dan tempe SP 3, Jumat (22/5) di Pekanbaru.
Lestari juga tidak bisa memungkiri jika kenaikan harga kacang kedelai itu, membuatnya harus memperkecil ukuran produksi tahu dan tempenya.
"Satu-satunya cara mengatasi kenaikan harga bahan baku pembuatan tahu dan tempe ini, kami perkecil ukuran cetakan tahu dan tempenya. Mikir juga dengan kondisi pembeli, nanti yang ada nggak laku lagi tahu dan tempe yang kita produksi," lanjut Lestari menjelaskan.
Untuk satu kali produksi, diperlukan empat kwintal kacang kedelai, dan dalam satu papan cetakan tahu, bisa menghasilkan 121 potong tahu. Lestari juga mendapat informasi jika harga kacang kedelai akan naik lagi.
"Saya juga dapat informasi jika harga kacang kedelai akan naik lagi, cuma belum jelas kapannya. Kalau memang tidak cocok modal dengan penjualan, ya mungkin bakalan naik juga harga tahu dan tempe," tutupnya singkat.
Satu papan tahu biasaya dijual Rp 55.000,- per papan, sebelumnya pabrik tahu dan tempe yang berlokasi di daerah Pandau itu, menjual tahu dengan harga Rp 46.000,-.**