iniriau.com, BENGKALIS - Desa Pancur Jaya, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan budidaya jagung pipil. Program tersebut melibatkan kelompok tani hingga Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan pendampingan langsung dari Polsek Rupat, Polres Bengkalis.
Penjabat Kepala Desa Pancur Jaya, dr. Nellya Sasmita mengatakan, masyarakat desa menyambut positif program pertanian jagung pipil yang saat ini mulai digalakkan di wilayah mereka. Menurutnya, keterlibatan Polri dalam mendukung sektor pertanian menjadi motivasi tersendiri bagi para petani di desa perbatasan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Polsek Rupat dalam program ketahanan pangan ini. Kehadiran Polri memberi semangat dan rasa optimistis bagi masyarakat petani,” kata Nellya, saat penyerahan BLT DD, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, program penanaman jagung pipil nantinya akan dikelola bersama kelompok tani dan KWT yang ada di Desa Pancur Jaya. Bahkan, pihak desa secara khusus melibatkan kaum ibu dalam pengembangan pertanian jagung tersebut.
“Kami percaya ibu-ibu petani memiliki kemampuan dan ketekunan dalam mengelola tanaman. Harapannya, Desa Pancur Jaya bisa ikut menghasilkan jagung pipil berkualitas dari wilayah perbatasan,” ujarnya.
Nellya menambahkan, kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat dan aparat kepolisian diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi warga. Sementara itu, Kapolsek Rupat AKP Faisal SH memastikan pihaknya akan terus memberikan pendampingan kepada petani selama program berjalan.
Ia menyebut, Pulau Rupat yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia juga siap mengambil bagian dalam mendukung program pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
“Melalui Bhabinkamtibmas, kami akan terus mendampingi para petani agar program ini berjalan baik dan mampu menghasilkan panen jagung yang berkualitas,” ungkap Faisal.**