iniriau.com, Pekanbaru — Audiensi antara Pemerintah Provinsi Riau, unsur Forkopimda, dan perwakilan massa aksi akhirnya menemukan titik terang. Pertemuan yang digelar pada Rabu (15/4/2026) itu berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepahaman awal untuk ditindaklanjuti di tingkat pemerintah pusat.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyebut dialog berjalan terbuka dan mempertemukan pandangan semua pihak. Hadir dalam pertemuan tersebut Kapolda Riau, Pangdam, Danrem, Kabinda, serta perwakilan kementerian melalui direktorat jenderal terkait.
“Pertemuan berjalan baik dan sudah ada titik temu. Ini menjadi langkah awal untuk penyelesaian yang lebih konkret,” ujar SF Hariyanto.
Ia menjelaskan, komunikasi sebenarnya telah terbangun sebelumnya. Namun, massa aksi menginginkan kepastian melalui pertemuan langsung dengan pemerintah pusat. Menyikapi hal itu, Pemprov Riau akan memfasilitasi agenda lanjutan di Jakarta.
“Selanjutnya akan kita bawa ke Jakarta. Tinggal menyesuaikan jadwal dengan Dirjen karena semua pihak memiliki agenda,” jelasnya.
SF Hariyanto juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjaga situasi tetap kondusif selama proses audiensi berlangsung.
Di sisi lain, perwakilan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan, Wandri Saputra Simbolon, menilai audiensi tersebut menjadi ruang penting untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah dan semua pihak yang telah membuka jalur komunikasi dengan kementerian melalui Dirjen,” katanya.
Ia berharap dalam waktu dekat pemerintah pusat segera menetapkan jadwal pertemuan lanjutan guna membahas tuntutan secara lebih rinci.
“Mudah-mudahan pekan depan sudah ada kepastian jadwal,” ujarnya.
Wandri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau, khususnya pelaku UMKM, yang terdampak selama aksi berlangsung. Usai audiensi, massa aksi membubarkan diri secara tertib dan kembali ke daerah masing-masing.**