Stok Batubara PLTU Bengkulu Menipis, PLN Minta Angkutan Dibuka Cegah Pemadaman

Stok Batubara PLTU Bengkulu Menipis, PLN Minta Angkutan Dibuka Cegah Pemadaman
Kebijakan pembatasan aktivitas angkutan batubara yang diterapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (foto:Humas PLN)

iniriau.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) memperingatkan potensi gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah Sumatera. Hal ini menyusul tersendatnya distribusi batubara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkulu. 

Saat ini, cadangan batubara di pembangkit tersebut dilaporkan hanya mampu mendukung operasional dalam waktu terbatas.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menyebutkan bahwa pasokan batubara ke PLTU Bengkulu terhenti akibat pembatasan aktivitas angkutan batubara yang melintas di wilayah Sumatera Selatan. Kebijakan tersebut berdampak langsung pada terputusnya suplai energi primer ke sektor pembangkitan.

“PLTU Bengkulu saat ini berada dalam kondisi siaga. Stok batubara yang ada sangat minim dan hanya cukup untuk beberapa hari operasional,” kata Rizal.

Menurutnya, PLTU Bengkulu merupakan salah satu tulang punggung sistem kelistrikan Sumatera bagian selatan. Jika pasokan batubara tidak segera kembali lancar, PLN terpaksa melakukan penyesuaian operasi pembangkit yang berpotensi menurunkan keandalan sistem.

“Gangguan ini tidak hanya berdampak lokal. Sistem kelistrikan Sumatera saling terhubung, sehingga risiko gangguan bisa meluas ke Sumatera Selatan hingga Jambi,” ujarnya.

Hambatan distribusi batubara terjadi setelah adanya pembatasan operasional terhadap sekitar 150 unit truk pengangkut batubara. Pembatasan tersebut berkaitan dengan perhatian pemerintah daerah terhadap dampak sosial, lingkungan, dan keselamatan lalu lintas akibat aktivitas angkutan batubara.

PLN menegaskan, meski menghormati kewenangan dan aspirasi pemerintah daerah, keberlangsungan pasokan listrik harus menjadi perhatian bersama. Pasalnya, batubara masih menjadi sumber energi utama bagi PLTU yang menyuplai listrik bagi jutaan pelanggan di wilayah Sumatera.

Rizal menyampaikan harapannya agar Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat membuka ruang kebijakan sementara guna memastikan distribusi batubara tetap berjalan.

“Kami sangat berharap ada solusi cepat agar pasokan batubara ke PLTU Bengkulu dapat kembali normal demi menjaga stabilitas listrik,” ujarnya.

PLN juga menegaskan kesiapan untuk berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mencari jalan tengah yang tidak merugikan masyarakat maupun mengganggu pasokan listrik nasional.

“Listrik adalah kebutuhan dasar dan penopang aktivitas ekonomi. Jika pasokan energi primer terganggu terlalu lama, risiko pemadaman akan sulit dihindari,” pungkas Rizal.**

#Nasional

Index

Berita Lainnya

Index