Napi Pekanbaru Tipu Wanita Lewat Kencan Online, Uang Rp38 Juta Raib

Napi Pekanbaru Tipu Wanita Lewat Kencan Online, Uang Rp38 Juta Raib
Ilustrasi -net

iniriau.com, PEKANBARU - Seorang narapidana diamankan Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Pelaku inisial RSS alias Rizky (32) ditangkap atas tindak pidana penipuan terhadap seorang wanita melalui medsos. Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami kerugian sebesar Rp38 juta.

 

Menurut Kasubdi V Siber Ditreskrimsus Polda Riau, Kompol Fajri penangkapan dilakukan atas laporan korban penipuan inisial DS. korban DS berkenalan dengan pelaku RSS melalui aplikasi kencan Bumble.

"Setelah itu korban dan pelaku berlanjut berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp. Selanjutnya pelaku mengirimkan informasi atau dokumen elektronik palsu untuk mengelabuhi korban," terang Fajri, Senin (26/2/2024).
 

Saat itu pelaku mengatakan kepada korban sedang berada di luar negeri dan meminta korban untuk mengirimkan uang.
 

"Selanjutnya korban ini mengirimkan uang kepada pelaku hingga mengalami kerugian Rp38 juta," ungkap Fajri.
 

Kemudian timbul kecurigaan korban terhadap pelaku bahwa korban sudah ditipu. Korban kemudian membuat laporan kepolisian berharap pelaku segera ditangkap.
 

"Berdasarkan laporan korban kemudian dilakukan serangkaian penyelidikan. Diketahui pelaku merupakan salah satu warga binaan Rutan Kelas I Pekanbaru," beber Kompol Fajri.
 

Atas informasi yang didapat penyidik, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Riau langsung berkoordinasi dengan petugas Rutan I Pekanbaru.
 

"Tim melakukan koordinasi dengan pihak Rutan Kelas 1 Pekanbaru untuk mengamankan pelaku bersama barang bukti. Untuk kepentingan penyidikan tim langsung melakukan pemeriksaan terhadap pelaku," sambung Fajri.
 

Dalam penangkapan pelaku penipuan ini, petugas menyita barang bukti berupa satu unit handphone merk Vivo, akun aplikasi kencan atas nama tersangka, akun rekening tersangka, satu unit handphone merk iPhone 7, tangkapan layar percakapan, serta rekening korban atas nama korban.
 

"Tersangka dijerat Pasal 51 ayat (1) Jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP," tutup Fajri.**
 

#Hukrim

Index

Berita Lainnya

Index