PEKANBARU - Kendati lima tersangka perkara dugaan korupsi proyek pengadaan lampu jalan Pemerintah Kota Pekanbaru sudah ditahan. Namun, perkara tersebut belum dilimphakan ke Pengadilan untuk disidangkan.
Hal ini dikatakan Kepala Seski Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat, Kejaksaan Tinggi Riau, Muspidauan saat dikonfirmasi , Senin (6/11/17) siang. "Belum dilimpahkan," kata Muspidauan saat dijumpainya di kantornya.
Proyek pengadaan lampu jalan tahun 2016 berada di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru.
Pembiayan proyek ini dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau tahun 2016 sebesar Rp6,7 miliar lebih. Proyek ini mencakup peningkatan operasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana penerangan jalan swasta dan lingkungan serta pengadaan lampu jalan LED di Kota Pekanbaru.
Ternyata hasil pekerjaannya tak memuaskan. Kendati telah selesai dikerjakan, sejumlah lampu tak kunjung menyala dan diduga negara dirugikan Rp1,3 miliar.
Kondisi ini menjadi perhatian Kejaksaan Tinggi Riau dan kemudian mengusut adanya indikasi korupsi dalam proyek ini.
Dari hasil penyelidikan dan kemudian naik kepenyidikan, penyidk Kejati menetapkan HW (33) manager pemasaran di PT ACS, menyediakan pengadaan dalam proyek tersebut, sebagai tersangka.
Selain HW, pihak Kejati juga sudah menahan Ms salah satu Kepala Bidang di DPK Kota Pekanbaru, Abd, MJ dan Mhr ketiganya swasta.
Saat ini, tersangka HW, Ms, Abd, MJ dan Mhr ditahan di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk, Pekanbaru. Namun, sampai saat ini perkara kelima tersangka belum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru untuk disidangkan.
Selain itu, penyidik Kejati juga sudah memintai keterangan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekanbaru, Yusrizal, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru, Alex Kurniawan dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut. Ketiganya diperiksa sebagai saksi.
Ingot ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin siang, membenarkan bahwa dirinya sudah dimintai keterangan oleh penyidik Pidana Khusus Kejati Riau. Namun, Ingot menmgaku heran terhadap pemeriksaan tersebut. Sebab, ungkapnya Ingot, pihaknya tidak terlibat dalam proyek tersebut.
"Saya tak mengerti tentang pemerisaan tersebut. Karena tidak ada hubungannya dengan saya. Tapi, karena saya dipanggil untuk dimintai keterangan saya datang," kata Ingot. (Rudi)
Dugaan Korupsi Penerangan Jalan Belum Dilimpahkan ke Pengadilan
Redaksi
Selasa, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Ilustrasi
Pilihan Redaksi
IndexGelar Media Gathering, BPJS Kesehatan Singgung Pengnonaktifan Kepesertaan
1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukum
Pembantai Gajah Sumatera Diciduk, Polda Riau Tegaskan Usut Hingga Tuntas
Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:26:09 Wib Hukum
Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Legislator Pelalawan Masuk Sel Tahanan
Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:24:37 Wib Hukum
Tanggapan Psikolog soal Insiden Berdarah di UIN Suska Riau
Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:38:43 Wib Hukum
ASN PPPK di Siak Terjaring Kasus Sabu, Dua Wanita Ikut Diamankan
Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:01:06 Wib Hukum