DUMAI, - Insiden tumpahan minyak jenis stearin milik PT Nagamas Palmoil Lestari hingga akhirnya menyebabkan pencemaran lingkungan, membuat Walikota Dumai Zulkifli AS marah dan menyerahkan masalah ini ke aparat penegak hukum.
"Saya berharap kejadian ini tidak terulang. Mari kita kawal kasus ini dengan tuntas. Sebab kasus ini sudah ditangani aparat penegak hukum," katanya saat menghadiri pertemuan di Pelindo I Cabang Dumai, Selasa (1/8/17).
Walikota Dumai juga mengapresiasi aksi yang dilakukan masayarakat Aksi Peduli Lingkungan, memperjuangkan kondisi daerahnya yang kerap tertimpa musimbah tumpahan minyak dalam beberapa hari belakangan ini.
"Siapa yang ingin tumpahan minyak ini terjadi. Tapi kita patut memberikan apresiasi kepada Aksi Peduli Lingkungan. Mudah-mudahan dengan adanya pertemuan ini mendapat solusi dan kejadian seperti ini tak berulang-ulang," tegasnya.
Disisi lain, Rahmad, Orator I Aksi Peduli Lingkungan menjabarkan beberapa poin tentang kurang maksimal kinerja KSOP Dumai dan Pelindo Dumai, terhadap penanganan setiap insiden tumpahan minyak di laut Dumai.
"KSOP selaku regulator kami nilai belum bekerja secara maksimal. Masa ada tumpahan minyak pengambilannya saja menggunakan ember, tangguk ikan, apa seperti ini SOPnya," tegas Rahmad.
Kemudian mengenai PT Pelindo I Cabang Dumai selaku pemilik kawasanan atau Operator, juga selalu lepas tangan dan membiarkan perusahaan industri setiap ada insiden tumpahan minyak di laut Dumai.
"Pelindo Dumai jangan lepas tanganlah, kita lihat alat Sarana dan Prasarana yang mandatory yang di syaratkan oleh regulasi juga tidak ada diberikan kepada pemilik kawasan," beber Rahmad dalam pertemuan itu.***
sumber: riauterkini.com
Tumpahan Minyak di Laut Dumai, Walikota Dumai Meradang
Redaksi
Selasa, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Pertemuan PT Nagamas Palmoil Lestari dengan Komisi III DPRD Kota Dumai, Selasa (1/8/17).
Pilihan Redaksi
Index1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
TAF Turun Reses, Warga Sampaikan Masalah Banjir dan Program Rp 100 Juta per RW
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
Karhutla Landa Tiga Daerah di Riau, Seluruh Titik Api Dipadamkan
Ahad, 25 Januari 2026 - 18:56:10 Wib Lingkungan
FABEM Riau Sampaikan Aspirasi Hak Masyarakat ke Agrinas Palma Nusantara
Ahad, 25 Januari 2026 - 14:35:11 Wib Lingkungan
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Sejumlah Wilayah Riau
Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:42:50 Wib Lingkungan