iniriau.com, SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak menggelar pertemuan bersama yayasan, mitra, dan pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama untuk memastikan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Komitmen itu ditandatangani langsung oleh Bupati Siak Dr Afni Zulkifli bersama para pengelola dapur SPPG dari berbagai wilayah di Kabupaten Siak, Selasa (10/3/2026). Langkah ini disebut sebagai inisiatif pertama yang dilakukan di Provinsi Riau dalam mengawal program MBG.
Afni mengatakan, pengumpulan seluruh pihak yang terlibat bertujuan memperkuat koordinasi serta memastikan kualitas makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat tetap terjaga.
“Kita ingin seluruh yayasan, mitra, dan pengelola dapur memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan program ini agar kualitasnya benar-benar terjamin,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, kesepakatan tersebut menjadi bentuk tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan mitra pelaksana untuk mendukung peningkatan gizi serta kesehatan anak-anak di Kabupaten Siak. Dalam kesepakatan itu, setiap dapur SPPG diwajibkan menyediakan makanan dengan komposisi gizi seimbang sesuai pedoman Badan Gizi Nasional.
Menu yang disajikan harus mencakup karbohidrat, protein hewani maupun nabati, sayuran, serta buah dengan porsi yang proporsional.
Selain memperhatikan kandungan gizi, pengelola dapur juga diminta menyusun variasi menu agar penerima manfaat tidak merasa jenuh. Pemerintah daerah akan melakukan pengawasan secara berkala guna memastikan standar kualitas makanan tetap terpenuhi.
Afni juga menekankan pentingnya penerapan standar keamanan pangan. Seluruh dapur SPPG diharuskan menjaga kebersihan dan sanitasi mulai dari pemilihan bahan baku, proses penyimpanan, pengolahan, hingga pengemasan makanan.
“Semua proses harus higienis dan aman, termasuk memastikan tidak ada penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang,” jelasnya.
Tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, program MBG di Siak juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Para pengelola dapur diminta memprioritaskan tenaga kerja lokal, termasuk ibu rumah tangga, sebagai bagian dari tim dapur maupun tenaga distribusi.
Selain itu, bahan pangan yang digunakan juga diharapkan berasal dari petani, peternak, dan nelayan lokal. Bahkan, setiap dapur mitra diwajibkan memiliki minimal 15 pemasok bahan baku dari wilayah Kabupaten Siak.
Dari sisi distribusi, makanan harus disalurkan tepat waktu ke sekolah atau lokasi penerima manfaat dalam kondisi layak konsumsi. Setiap mitra dapur juga diwajibkan menyampaikan laporan distribusi harian serta penggunaan anggaran secara transparan melalui sistem pelaporan yang telah ditetapkan.
Pemkab Siak juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun masukan terkait pelaksanaan program MBG.
“Jika ada kendala di lapangan, masyarakat bisa melapor agar segera kita tindak lanjuti,” kata Afni.
Saat ini, jumlah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Siak telah mencapai lebih dari 120 ribu orang yang tersebar di berbagai sekolah. Pemerintah daerah berharap komitmen bersama ini dapat memastikan program berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi peningkatan gizi peserta didik.**(Inf)