Alhamdulillah, Revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri Akhirnya Dapat Dana APBN

Alhamdulillah, Revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri Akhirnya Dapat Dana APBN
Bupati Siak Afni Zulkifli (foto: Humas Pemkab Siak)

iniriau.com, SIAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak berhasil mengamankan anggaran sebesar Rp5,5 miliar dari APBN 2026 untuk revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri. Meski begitu, pemerintah daerah masih membutuhkan tambahan dana Rp9 miliar agar pemugaran tiga bangunan cagar budaya dapat diselesaikan secara menyeluruh.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan anggaran yang telah dikucurkan pemerintah pusat merupakan langkah awal dalam upaya pelestarian aset sejarah yang menjadi ikon Kabupaten Siak.

"Alhamdulillah, tahun ini kami mendapat alokasi APBN sebesar Rp5,5 miliar untuk revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri. Kami berharap proses pengerjaan dapat dimulai tahun ini dan berjalan lancar," ujar Afni saat menerima kunjungan kerja Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, beserta rombongan di Siak, Rabu (22/7/2026).

Afni menjelaskan, dana tersebut masih difokuskan untuk penanganan kerusakan prioritas, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED), jasa pengawasan, dan manajemen pelaksanaan. Karena itu, revitalisasi belum mencakup seluruh kebutuhan bangunan bersejarah tersebut.

Selain Istana Siak dan Balairung Sri, Pemkab juga mengusulkan pemugaran Tangsi Belanda yang hingga kini belum memperoleh alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Melalui surat resmi kepada Menteri Kebudayaan, Pemkab Siak mengajukan tambahan dana Rp9 miliar untuk dianggarkan pada APBN 2027.

Usulan tersebut terdiri atas Rp4 miliar untuk penyempurnaan revitalisasi Istana Siak, Rp2,5 miliar bagi Balairung Sri, serta Rp2,5 miliar untuk pemugaran Tangsi Belanda. Dengan demikian, total kebutuhan revitalisasi tiga bangunan cagar budaya itu mencapai Rp14,5 miliar.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengapresiasi kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Kabupaten Siak. Menurutnya, potensi tersebut layak menjadi perhatian pemerintah pusat.

"Kami melihat langsung kondisi bangunan cagar budaya di Siak. Komisi X akan mengawal usulan ini agar revitalisasi dapat menjadi salah satu prioritas Kementerian Kebudayaan," kata Hetifah.

Dalam kunjungan kerja tersebut, rombongan Komisi X DPR RI juga meninjau hasil revitalisasi SD Negeri 001 Kampung Benteng Hulu di Kecamatan Mempura, serta mengunjungi sejumlah situs sejarah dan religi, termasuk Masjid Sahabuddin, Kompleks Makam Sultan Syarif Kasim II, sebelum menutup agenda di Istana Siak.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index