iniriau.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru tengah menyiapkan uji coba armada bus listrik untuk memperkuat layanan Trans Metro Pekanbaru (TMP). Pada tahap awal, dua unit bus akan diuji di koridor utama guna melihat kesiapan operasional di lapangan. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan bahwa armada tersebut belum dioperasikan dan masih dalam tahap penjajakan melalui uji coba.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menghadirkan transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak. Selain itu, pemerintah kota juga merancang peremajaan armada TMP secara bertahap.
Program tersebut akan berjalan seiring dengan pembenahan fasilitas pendukung, termasuk halte, agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Di sisi lain, Agung mengakui waktu tunggu bus yang masih cukup lama menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Saat ini, jeda kedatangan bus di sejumlah halte masih melebihi 30 menit.
“Ke depan, tidak hanya armada yang kita perbaiki, tetapi juga sistem layanan dan ketepatan waktu,” ujarnya, baru-baru ini.
Pemko Pekanbaru juga mengkaji perubahan sistem pengelolaan transportasi massal tersebut dengan melibatkan pihak yang lebih profesional. Skema yang akan diterapkan yakni Buy The Service (BTS), di mana pembayaran didasarkan pada jarak tempuh operasional bus.
Dengan sistem itu, operator diharapkan mampu menjaga kualitas layanan. Jika tidak memenuhi standar, termasuk terkait ketepatan waktu, maka akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan.
Saat ini, pengelolaan TMP masih berada di bawah UPT Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru.
Pemerintah berharap langkah pembenahan ini dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus menarik minat masyarakat menggunakan transportasi umum.**