Dari Chaidir ke Mambang Mit: Tenang yang Berbeda, Tujuan yang Sama

Dari Chaidir ke Mambang Mit: Tenang yang Berbeda, Tujuan yang Sama
Ketua FKPMR Riau 2025-2030 Mambang Mit (foto:MCR)

Oleh Zulkarnain Kadir Pengamat Hukum dan Pemerhati Birokrasi

TERPILIHNYA  Mambang Mit sebagai pengganti almarhum Dr.Chaidir untuk menakhodai FKPMR Riau periode 2025–2030 patut dibaca sebagai upaya menjaga kesinambungan, bukan sekadar pergantian figur. Keduanya sama-sama dikenal tenang, tetapi datang dari latar yang berbeda, Chaidir politisi, Mambang Mit birokrat.

Almarhum Chaidir memberi warna FKPMR dengan naluri politik yang kuat, kemampuan membaca momentum, serta keberanian bersuara di ruang publik. Ia piawai menjadikan FKPMR terdengar dan diperhitungkan. Ketegasan dan insting politiknya menjadi ciri kepemimpinan yang sulit dilupakan.

Mambang Mit hadir dengan karakter lain. Sebagai birokrat, ia dikenal lebih administratif, sistematis, dan berhitung panjang. Pendekatannya cenderung sejuk, mengedepankan tata kelola, konsolidasi internal, dan stabilitas organisasi. Bukan tipe pemimpin yang reaktif, tetapi bekerja dalam senyap.

Perbedaan latar ini bukan kelemahan, justru peluang. FKPMR tidak selalu membutuhkan suara keras, tetapi membutuhkan kepemimpinan yang mampu merapikan barisan, menata program, dan menjaga marwah organisasi di tengah situasi Riau yang kompleks defisit anggaran, krisis kepercayaan publik, dan dinamika politik yang belum reda.

Tantangan Mambang Mit ke depan bukan ringan. Ia harus membuktikan bahwa ketenangan birokratis mampu tetap membuat FKPMR relevan, kritis, dan tidak menjauh dari denyut aspirasi masyarakat Riau. FKPMR bukan lembaga struktural pemerintah, tetapi forum pemikiran dan sikap moral. Warisan Chaidir adalah keberanian. Tugas Mambang Mit adalah memastikan keberanian itu tetap hidup, tetapi disalurkan dengan kebijaksanaan dan tata kelola yang lebih rapi.

Jika itu berhasil, maka peralihan dari politisi ke birokrat bukanlah kemunduran, melainkan fase pendewasaan organisasi. Di negeri Melayu, kepemimpinan bukan soal keras atau lembut, tetapi soal amanah dan keberpihakan pada kepentingan Riau. Dan di situlah Mambang Mit akan diuji.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index