Pedagang Grosir Bahan Pokok Wajib Beli Kios di Pasar Induk

Pedagang Grosir Bahan Pokok Wajib Beli Kios di Pasar Induk
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin (foto:net)

iniriau.com,PEKANBARU - Pemko Pekanbaru mewajibkan pedagang grosiran bahan pokok membeli kios di pasar induk ke pengelola Pasar Induk, PT Agung Rafa Bonai (ARB). Bahkan Pemko Pekanbaru berencana memberikan insentif kepada pedagang untuk membeli kios tersebut. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin. Menurutnya jumlah kios di pasar induk mencapai 400 unit. Dan saat ini 200 unit sudah selesai dibangun.

"Pengelola Pasar Induk menyediakan 400 kios. Satu kios ukurannya 4 x 4 meter," kata  Zulhelmi Arifin, Kamis (22/2). 

Pengelolaan Pasar Induk dengan PT ARB menggunakan sistem Bangun Guna Serah (BGS) atau Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Dengan sistem ini, maka pedagang diwajibkan membeli kios ke pengelola Pasar Induk.

"Kami membahas insentif untuk pedagang dalam pembelian kios tersebut. Kami telah meminta mitra kami itu untuk segera menyelesaikan Pasar Induk," ucapnya.

Sementara itu, Disperindag segera melakukan sosialisasi ke pedagang grosir bahan pokok yang menempati tempat penampungan sementara (TPS). TPS pedagang itu berada di belakang Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS). 

"Seluruh pedagang grosir bahan pokok harus masuk ke Pasar Induk. Jumlah mereka sekitar 200 pedagang," ungkap Zulhelmi.

Dalam hal operasional Pasar Induk, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disperindag Riau. Karena, para pedagang grosir ini menyalurkan bahan pokok dari Pasar Induk ke kabupaten tetangga. 

"Kemudian, ada juga kewenangan Dishub Riau soal lalu lintas bahan pokok dari daerah penghasil, masuk ke Pasar Induk, dan diteruskan ke kabupaten tetangga," jelasnya.**

 

#Pekanbaru

Index

Berita Lainnya

Index