JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj mengaku jengkel dengan kasus korupsi e-KTP yang diduga dilakukan "berjamaah" oleh pihak eksekutif maupun legislatif. Dia mengaku tak habis pikir, proyek yang sejatinya menyangkut jutaan masyarakat Indonesia itu dikorupsi secara masif dan sistemik.
Karena itu, dia mengecam praktik kotor yang merugikan negara Rp2,3 triliun tersebut. Said Aqil bahkan mengajak Nahdliyin memusuhi orang-orang yang telah terbukti melakukan korupsi e-KTP. "Masyarakat tidak boleh ada permusuhan kecuali pada yang melanggar hukum. Pejabat yang korupsi terutama e-KTP," katanya dalam perhelatan istighosah bertemakan Untuk Jakarta Damai, Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (8/4/2017)lalu.
Kata dia, Nahdlatul Ulama (NU) sudah mengamanatkan agar masyarakat mengawal NKRI. Lantaran para pejuang untuk mendapatkan kemerdekaan sangat sulit. Karena itu, jangan sampai Indonesia dirusak hanya karena adanya praktik korupsi.
Masyarakat juga harus membantu aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi. "NU harus mengawal NKRI yang sudah dibangun," sebutnya.
Proyek e-KTP yang menelan biaya Rp5,9 triliun ini diketahui menjadi bancakan korupsi bagi pejabat Kemendagri dan anggota DPR periode 2009-2014, dan eksekutif. Akibatnya, negara disebut merugi Rp2,3 triliun. Proyek e-KTP dirancang Kementerian Dalam Negeri pada Januari 2010 untuk menertibkan administrasi kependudukan.
November 2010 DPR menyetujui dan Februari 2011 pengadaan e-KTP dimulai. November 2011 tercium dugaan rasuah. April 2012 KPK menelusuri keterlibatan sejumlah anggota DPR. Penelusuran berdasarkan kesaksian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.(cr2)
Sumber: JPG/riaupos.co
Terkait Kasus E-KTP
Ungkapan Kekecewaan Ketum PBNU terhadap DPR
Redaksi
Selasa, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Ketum PBNU, Said Aqil Siradj. (JPNN)
Pilihan Redaksi
Index1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
PHR Catat Produksi Cemerlang di Sumur Pinang East-2 Capai 2.648 BOPD
TAF Turun Reses, Warga Sampaikan Masalah Banjir dan Program Rp 100 Juta per RW
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Nasional
Di Simposium SMSI, Prof Albertus Soroti Dampak Ongkos Politik Pilkada Langsung
Jumat, 16 Januari 2026 - 10:31:00 Wib Nasional
KPK Naikkan Status Yaqut ke Tersangka Kasus Kuota Haji 2023–2024
Jumat, 09 Januari 2026 - 17:19:51 Wib Nasional
Kemenhut Bantah Penggeledahan, Kejagung Verifikasi Data Hutan
Kamis, 08 Januari 2026 - 22:24:17 Wib Nasional
PP 42/2025 Naikkan Tunjangan Hakim, Ketua PT Capai Rp110,5 Juta per Bulan
Kamis, 08 Januari 2026 - 13:20:04 Wib Nasional