iniriau.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan meski tidak tertampung di sekolah negeri. Komitmen tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, melalui program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur afirmasi di sekolah swasta.
Program ini ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, serta calon peserta didik yang belum berhasil diterima di sekolah negeri.
SF Hariyanto menegaskan, pendidikan merupakan hak setiap anak yang harus dijamin oleh pemerintah tanpa terkecuali.
"Kami ingin memastikan tidak ada anak di Riau yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena persoalan biaya atau keterbatasan daya tampung sekolah. Jalur afirmasi ini menjadi solusi agar seluruh anak tetap bisa melanjutkan pendidikan," ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi upaya menekan angka putus sekolah yang masih terjadi akibat faktor ekonomi. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, masih terdapat lulusan SMP yang belum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK.
Untuk itu, Pemprov Riau mengajak sekolah swasta berpartisipasi aktif mendukung pemerataan pendidikan melalui penyediaan kuota khusus bagi peserta didik jalur afirmasi.
"Kami berharap sekolah swasta ikut mengambil peran dalam mencerdaskan generasi muda. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama," kata SF Hariyanto.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan akan memberikan tambahan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) kepada sekolah swasta yang menerima siswa melalui jalur afirmasi. Bantuan tersebut akan diberikan selama masa pendidikan siswa berlangsung.
Pada tahun ajaran ini, total daya tampung jalur afirmasi di sekolah swasta mencapai 2.179 siswa, terdiri dari 424 kursi di tingkat SMA dan 1.755 kursi di tingkat SMK yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung target nasional wajib belajar 13 tahun serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bumi Lancang Kuning.**