Iniriau.com, Pekanbaru - Dengan wajah yang berseri-seri dan penuh kebahagiaan, sebanyak 418 alumni mengikuti kegiatan Wisuda ke-30 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah, UMRI juga mewisuda sebanyak 11 orang mahasiswa Program Magister (S2) bertempat di kampus utama UMRI Jalan Tuanku Tambusai, Sabtu (09/05).
Mengusung tema "Alumni Berkarakter dan Berdampak, UMRI Unggul Mencerahkan Semesta", pelaksanaan wisuda kali ini masih dibalut nuansa kekeluargaan dan kesederhanaan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Saidul Amin mengatakan, pada ajang wisida kali ini ada dua kebahagiaan yang dirasakan. Pertama, UMRI berhasil mewisuda 11 orang mahasiswa program master. Kedua, UMRI juga mencatatkan sejarah dengan melahirkan dua guru besar dari internal kampus.
"Alhamdulillah, hari ini kita mewisuda sebanyak 418 alumni yang berasal dari 8 Fakultas dan Program Pasca Sarjana atau Program Magister. Berdasarkan sebaran agama mayoritas beragama Islam sebanyak 392 orang, protestan 24 orang dan Katolik 2 orang. Keberagaman beragama ini, menjadi cerminan suasana akademik UMRI yang inklusif dan harmonis dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan," ungkap Saidul.
Saidul menambahkan, memasuki usia yang ke-18 tahun UMRI terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Saat ini, UMRI memiliki 32 Program Studi, 2 program magister yang tersebar di 9 fakultas serta program pasca sarjana.
- Baca Juga Sabtu Lusa, UMRI Gelar Wisuda ke-30
Rektor berpesan kepada para wisudawan, agar jangan menjadi lulusan yang hanya cerdas secara intelektual namun juga kuat secara karakter dan memberikan kontribusi nyata bagi umat bangsa dan kemanusiaan. Nantinya, para alumni UMRI akan meninggalkan kampus tercinta lalu menjadi duta persyarikatan di tengah-tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kopertais Wilayah XII, Prof Leny Nofianti menyampaikan tahniah kepada para wisudawan. Beliau juga mengucapkan terimakasih serta apresiasi kepada para dosen dan tenaga pendidik yang telah mendampingi mahasiswa selama proses pembelajaran, penelitian serta pengabdian hingga para mahasiswa diwisuda pada hari ini.
"Tugas perguruan tinggi saat ini, tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan saja namun juga membentuk karakter. Dimana, perguruan tinggi tidak bisa memisahkan ilmu dari nilai, nalar dari iman dan sain dari etika, inilah makna sebenarnya dari ilmu," ucapnya.
Di tempat waktu yang sama, Dr Nopriadi selaku Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, juga memberikan selamat kepada UMRI yang telah melaksanakan wisuda ke-30. Bahwasanya angka ini bukan sekedar angka statistik namun namun komitmen UMRI dalam menjaga mutu pendidikan di wilayah XVII. Dia berharap, ke depan akreditasi itu bisa menjadi Unggul dan Internasional.
"Berdasarkan pangkalan data LLDIKTI, UMRI memiliki sebanyak 15.563 mahasiswa. Ini menunjukkan, bahwa UMRI menjadi kampus swasta dengan jumlah mahasiswa terbanyak kedua di Riau dan Kepulauan Riau. Alhamdulillah, UMRI semakin mendapat kepercayaan di masyarakat dan kualitas pendidikan juga jauh lebih baik," ucapnya.
Dalam sidang senat terbuka ini, juga aa orasi ilmiah oleh Hanif Faisol Nurofiq selaku Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia. Dalam orasinya, beliau menyampaikan beberapa agenda Pemerintah yaitu bangsa Indonesia bergerak menuju ketahanan pangan kemandirian dan kedaulatan pangan.
"Dengan potensi -potensi Sumber Daya yang ada juga bonus demografis dengan 67,8 % adalah usia produktif dan ini menjadi momentum penting dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk membangun kemajuan Indonesia" ucapnya.
Wamenko juga menyampaikan, bahwa program prioritas pemerintah lainnya adalah memberikan makan bergizi gratis atau MBG. Program ini, bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dengan generasi sehat, cerdas dan produktif. **