iniriau.com, Pekanbaru - Riau menjadi provinsi satu-satunya yang hingga saat ini belum menuntaskan pembayaran bonus PON. Alasannya sederhana, defisit anggaran!
Rasa kecewa terhadap pembayaran bonus PON yang belum terealisasi kembali mencuat. Menurut para insan olahraga itu, tertundanya pembayaran bonus itu dinilai sangat tidak adil bagi mereka yang sudah membawa nama baik Riau dipanggung olahraga nasional.
Bagi patriot olahraga Riau itu, hal ini sama saja dengan menyurutkan motivasi dan semangat atlet untuk berprestasi. Apalagi Riau juga terkenal sebagai provinsi kaya
"Tidak adil, ini yang kami rasakan saat ini. Pembayaran bonus PON dibayar bertahap, sementara Riau itu terkenal sebagai provinsi kaya, atas bawah minyak. Bagi kami, komitmen Pemprov Riau terhadap prestasi olahraga perlu kembali dipertanyakan," kata pelatih senior angkat berat, Deriswan, Rabu (15/4) di KONI Riau.
Hal senada juga disuarakan pelatih senior senam Riau Ahmad Marcos. Ia dengan tegas dan keras mengatakan Pemprov Riau mematikan motivasi atlet dan pelatih yang sudah membela nama baik Riau di tingkat nasional.
"Ini sih mematikan motivasi atlet secara pelan tapi pasti. Ini bukan masalah uang ya, tapi masalah apresiasi untuk kita," kata Marcos tegas.
Sekdaprov Riau Pemerintah Provinsi Riau Syahrial Abdi menegaskan jika pembayaran bonus tetap menjadi komitmen pemerintah. Anggaran sudah dialokasikan, hanya saja realisasi terkendali kondisi arus kas daerah di triwulan pertama tahun anggaran.
"Memang kita ada kewajiban pembayaran belanja prioritas seperti Tunjangan Hari Raya (THR), jadi membuat sejumlah program, termasuk bonus atlet, harus ditunda sementara. Kita pasti bayarkan," kata Syahrial Abdi singkat.
Kepastian pencairan anggaran bonus PON menjadi keresahan dikalangan atlet dan pelatih. Anggaran sudah tersedia, namun kepastian pencairan masih jadi tanda tanya.**