Diduga Cacat Administrasi, Penunjukan Pengelola Bazar Ramadan Diprotes AMB

Diduga Cacat Administrasi, Penunjukan Pengelola Bazar Ramadan Diprotes AMB
Riki Anderiyansyah dalam sebuah aksi turun ke jalan beberapa waktu lalu. (Foto-Rudi Chan)

iniriau.com, BENGKALIS – Aliansi Mahasiswa Bengkalis (AMB) menyoroti penetapan lokasi Bazar Ramadan 1447 H/2026 M di Lapangan Bandar Sri Laksamana, Jalan Sudirman, samping Kantor Pajak, Kelurahan Kota Bengkalis. Penetapan lokasi oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kepada satu kelompok dinilai sarat dugaan maladministrasi.

Koordinator kajian AMB, Riki Anderiyansyah dari IAIN Datuk Laksamana Bengkalis, Sabtu (21/2/2026), menyebut pihaknya menemukan indikasi ketidaknetralan dalam proses penunjukan pengelola bazar.

“Sejak awal kami melihat ada kecenderungan keberpihakan kepada satu kelompok. Setelah kami kaji, muncul dugaan pelanggaran administrasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Riki.

Menurutnya, polemik mencuat setelah dua kelompok lain memprotes keputusan tersebut dan mempertanyakan transparansi BPKAD. Kondisi itu dinilai berpotensi memicu gesekan jika kegiatan tetap berlangsung tanpa kejelasan izin.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, disebut belum menerbitkan izin keramaian atas kegiatan bazar tersebut karena mempertimbangkan potensi gangguan kamtibmas. AMB menyatakan mendukung langkah kepolisian tersebut.

“Kami mendukung sikap Kapolres yang belum mengeluarkan izin keramaian. Ini langkah preventif agar situasi tetap kondusif,” tegas Riki.

AMB juga meminta panitia menghentikan sementara aktivitas bazar dan memberi tenggat waktu 2x24 jam untuk mematuhi imbauan pemerintah daerah dan kepolisian. Jika tidak diindahkan, mereka berencana melaporkan dugaan maladministrasi ke Ombudsman RI serta menggelar aksi unjuk rasa.

Di sisi lain, mahasiswa Magister Ekonomi Syariah, Faisyal Bachri, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Bazar Ramadan sebagai sarana pemberdayaan UMKM. Namun, ia menyayangkan polemik yang muncul akibat penetapan lokasi.

“Bazar Ramadan adalah momentum menggerakkan ekonomi rakyat. Tapi kebijakan harus adil dan transparan agar tidak menimbulkan konflik,” ujarnya.

Ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan musyawarah demi menjaga situasi tetap aman menjelang Ramadan di Kabupaten Bengkalis.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index