Buka GNPIP Wilayah Sumatera, Pj Gubri Berharap Harga Sembako Stabil dan Petani Sejahtera

Buka GNPIP Wilayah Sumatera, Pj Gubri Berharap Harga Sembako Stabil dan Petani Sejahtera

Iniriau.com, Pekanbaru - Dalam rangka menjaga pengendalian inflasi dan memastikan ketersediaan pasokan pangan, Bank Indonesia Provinsi Riau menggelar acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Wilayah Sumatera tahun 2023, Jumat (17/05). Dengan mengusung tema "Sinergi dan Inovasi Mendorong Penguatan Produktivitas, Pasokan dan Efisiensi Rantai Pasok untuk Mendorong Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Sumatera", GNPIP Wilayah Sumatera tahun 2024 diharapkan bisa mengendalikan inflasi di tingkat daerah.

Kegiatan pembukaan ceremony GNPIP Wilayah Sumatera tahun 2024 kali ini, memang sengaja diadakan di lahan pertanian terbuka yang digarapkan oleh Kelompok Tani Amar Jaya Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru. Hal tersebut bertujuan, untuk memberikan semangat kepada para petani di Pekanbaru bahwa apa yang mereka kerjakan selama ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi daerah.

Pj Gubernur Riau, S.F Hariyanto mengatakan, dalam rangka memenuhi kebutuhan dan pasokan pangan masyarakat, Provinsi Riau masih bergantung terhadap sejumlah daerah produsen. Kendati demikian, ada sejumlah usaha atau upaya yang dilakukan Pemprov Riau termasuk sokongan dana atau anggaran melalui APBD Riau 2024.

"Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada BI Riau dan OJK Riau yang selama ini telah memberikan dukungan kepada Pemprov Riau. Tekstur tanah gambut yang tidak memungkinkan untuk pertanian, membuat pemenuhan pangan di Riau sangat sulit dilakukan. Kita tidak bisa pungkiri, hingga kini pasokan pangan kita masih bergantung kepada Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh. Begitu ada kendala atau bencana di daerah produk, maka langsung berdampak terhadap kenaikan harga. Adapun upaya yang dilakukan Pemprov Riau dalam memenuhi kebutuhan pangan diantara pengembangan kawasan pertanian cabe seluas 50 ha dengan biaya Rp 1,24 Miliar yang tersebar di 12 Kabupaten/Kota di Riau, pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) serta digital farming pertanian sebesar Rp 8 miliar  dan program pasar murah di 14 titik. Upaya pengendalian inflasi harus dilakukan bersama-sama, dimana ketersedian pasokan dan kelancaran distribusi pangan menjadi tugas utama pemerintah daerah. Harapannya, harga sembako stabil serta masyarakat dan petani sejahtera," Ungkap S.F Hariyanto kepada Iniriau.com, Jumat (17/05).

Sementara itu, Deputy Senior Bank Indonesia, Destri Damayanti menyebutkan, pelaksanaan kegiatan GNPIP kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena pada pada tahun ini dilakukan technical meeting bersama seluruh TPID se Sumatera dan TPIP. Komunikasi menjadi sebuah hal yang sangat penting, sehingga permasalahan yang dirasakan daerah bisa dicarikan solusi atau jalan keluar.

"Ketika kita bicara inflasi, mungkin semua paham apa itu inflasi. Namun yang paling penting untuk diperhatikan, jika inflasi tinggi maka dampaknya akan dirasakan masyarakat. Apabila inflasi tinggi, maka daya beli masyarakat akan tergerus dan tingkat kemiskinan naik. Maka dari itu, dibutuhkan sinergi antara seluruh pihak mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintahan daerah. Saat ini, angka inflasi nasional (IHK) berada diangka 3 persen namun angka inflasi pangan masih berada diatas angka 9 persen. Tercatat, angka inflasi Riau saat ini juga berada diangka 3,33 persen. Alangkah indahnya, jika Pemda dan petani di Riau bisa memanfatkan lahan kosong untuk menanam cabe. Kalau bisa, nanti juga dibuatkan peta produksi untuk masing-masing daerah sehingga bisa difasilitasi oleh TPID dan TPIP. Selain itu, setiap pemerintah daerah nantinya bisa membangun sebuah Food Station yang dikelola oleh BUMD meski harus mengeluarkan biaya awal yang cukup besar," Sebut Dastri Damayanti.

Akibat adanya bencana alam di Sumatera Barat, secara otomatis berdampak terhadap jalur distribusi pangan sehingga mengakibatkan gejolak harga sembako di Provinsi Riau khususnya di Kota Pekanbaru. Jika jalur distribusi aman dan lancar, pasokan pangan cukup, harga stabil dan inflasi terkendali maka akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun 2023 lalu, pengendalian inflasi dihadapkan pada sejumlah rintangan salah satunya adalah el Nino. Sedangkan untuk tahun 2024 ini, pengendalian inflasi masih dihadapkan dengan persoalan poduksi pangan yang terbatas serta pergeseran masa panen dan jalur distrubusi  yang terganggu.

Melalui kegiatan ini, dilakukan penyerahan 2 unit mesin traktor kepada petani serta penyerahan 180.000 bibit cabe merah dan 150 ton pupuk kepada Kelompok Tani Amar Jaya oleh Pj Gubernur Riau. Rencananya pada bulan Agustus nanti, akan dilakukan peresmian jalan Tol Pekanbaru - Pangkalan oleh Presiden Joko Widodo sehingga bisa memudahkan jalur distribusi pangan dari Sumbar ke Riau. **

Berita Lainnya

Index