iniriau.com, PEKANBARU — Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau menjadi momentum bagi DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan daerah.

Momentum tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau dalam rangka HUT ke-69 Provinsi Riau yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Riau, Minggu (9/8/2026).
Rapat paripurna menjadi bagian penting dari peringatan hari jadi Provinsi Riau. Selain mengenang perjalanan panjang daerah, agenda tersebut juga menjadi ruang untuk melihat kembali capaian pembangunan yang telah dicapai serta merumuskan langkah yang perlu diperkuat ke depan.

Dalam penyampaian Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, pemerintah daerah memaparkan sejumlah capaian sekaligus langkah strategis yang dilakukan untuk memperkuat kemampuan fiskal dan mengoptimalkan potensi daerah.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah peningkatan penerimaan pajak daerah. Hingga 31 Juli 2026, realisasi pajak daerah tercatat mencapai Rp2,551 triliun.

Realisasi tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 15,27 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan penerimaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas keuangan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain optimalisasi pajak daerah, Pemprov Riau juga terus mendorong penguatan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan pemerintah memiliki dukungan fiskal yang memadai dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

Langkah strategis lainnya yang disampaikan dalam momentum HUT ke-69 Riau yakni pembenahan Participating Interest (PI) sebesar 10 persen. Potensi tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu dikelola secara optimal agar dapat memberikan kontribusi terhadap penerimaan dan kepentingan pembangunan daerah.
Pemprov Riau juga mulai melihat peluang sumber pembiayaan baru melalui perdagangan karbon. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Riau sekaligus membuka alternatif sumber pendanaan pembangunan.

Berbagai capaian dan langkah strategis tersebut mendapat perhatian DPRD Riau. Lembaga legislatif daerah mendorong agar peningkatan kemampuan fiskal dan optimalisasi potensi daerah tidak hanya tercermin dalam angka pendapatan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Peningkatan pendapatan daerah diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Program pembangunan juga perlu diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat di berbagai wilayah Riau.
DPRD Riau turut menekankan pentingnya pengelolaan potensi daerah secara transparan. Dengan tata kelola yang baik, berbagai sumber daya dan potensi ekonomi Riau diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Peringatan HUT ke-69 Riau dengan demikian menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara DPRD dan Pemprov Riau. Sinergi kedua lembaga diperlukan agar kebijakan pembangunan dapat berjalan secara terarah serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Perjalanan 69 tahun Provinsi Riau juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah dan DPRD memiliki peran masing-masing yang perlu berjalan selaras, sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.
Dengan penguatan kerja sama, optimalisasi pendapatan, pengelolaan potensi daerah yang transparan dan peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan Riau diharapkan terus bergerak menuju daerah yang maju, sejahtera dan berdaya saing.
Momentum hari jadi ke-69 pun diharapkan menjadi titik penguatan semangat bersama untuk melanjutkan pembangunan Riau dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta pemerataan manfaat pembangunan di seluruh daerah.**(Galeri)