Malaysia Masih Jadi Penyumbang Wisman Terbesar ke Riau

Selasa, 01 September 2026 | 22:59:32 WIB
Ilustrasi wisatawan mancanegara (foto: Antara)

iniriau.com, PEKANBARU — Aktivitas pariwisata Riau menghadapi tekanan pada Juli 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Riau hanya mencapai 22.452 kunjungan.

Jumlah tersebut turun 8,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, kunjungan wisman ke Riau masih mencapai 24.585 kunjungan.

Jika dibandingkan dengan Juli 2025, penurunannya lebih besar, yakni mencapai 15,96 persen.

Kepala BPS Riau Asep Riyadi mengatakan Malaysia tetap menjadi pasar utama pariwisata Riau. Wisatawan dari negara jiran itu menyumbang 9.324 kunjungan atau 41,53 persen dari keseluruhan wisman.

“Jumlah wisman ini turun sebesar 8,68 persen dibandingkan Juni 2026 (month-to-month) yang tercatat 24.585 kunjungan. Demikian juga jika dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu mengalami penurunan sebesar 15,96 persen,” ujar Asep dalam BRS BPS Riau, Selasa (1/9/2026).

Selain Malaysia, wisatawan dari Tiongkok menjadi penyumbang berikutnya dengan 2.013 kunjungan. Kemudian Filipina sebanyak 1.602 kunjungan, Singapura 1.213 kunjungan, serta India 927 kunjungan.

Dari sisi akses masuk, jalur laut masih menjadi pilihan utama wisatawan asing. Kontribusinya mencapai 53,33 persen, sedangkan pintu masuk melalui penerbangan menyumbang 46,67 persen.

BPS juga mencatat aktivitas perjalanan menggunakan pendekatan Mobile Positioning Data (MPD). Untuk wilayah Kabupaten Bengkalis, metode tersebut mencatat 16.825 kunjungan.

Hotel Bintang Empat Paling Banyak Terisi

Di tengah berkurangnya kunjungan wisman, sektor perhotelan Riau menunjukkan kondisi yang relatif positif jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juli 2026 tercatat 51,18 persen. Angka tersebut memang turun 0,34 poin dari Juni 2026 yang berada di level 51,52 persen.

Namun, secara tahunan TPK justru meningkat 4,60 poin dibandingkan Juli 2025.

Hotel kelas bintang empat menjadi akomodasi dengan tingkat hunian tertinggi. Tingkat penghunian kamar pada kelas hotel ini mencapai 64,27 persen.

Untuk lama tinggal, tamu hotel berbintang rata-rata menginap selama 1,33 malam. Wisatawan asing memiliki masa tinggal lebih panjang dengan rata-rata 2,64 malam, sedangkan wisatawan domestik hanya sekitar 1,31 malam.

Menurut Asep, angka lama tinggal wisatawan asing tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan sektor pariwisata.

“Rata-rata lama menginap tamu asing yang berkunjung ke Provinsi Riau dan menginap di hotel berbintang pada Juli 2026 tercatat 2,64 malam,” katanya.

Pemerintah Provinsi Riau menilai penurunan jumlah kunjungan tidak bisa menjadi satu-satunya ukuran dalam mengevaluasi kinerja pariwisata.

Pemprov justru mendorong agar wisatawan yang datang dapat memberikan kontribusi ekonomi lebih besar bagi masyarakat. Mulai dari pengeluaran selama berwisata, lama tinggal, hingga aktivitas usaha di sekitar destinasi.

Kepala Diskominfotik Riau Supriyadi mengatakan keberhasilan pariwisata seharusnya terlihat dari seberapa besar sektor tersebut mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Pariwisata Riau tumbuh bukan sekadar dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari lama tinggal, belanjanya berapa, berkembangnya usaha masyarakat, terbukanya lapangan kerja dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitar lokasi destinasi wisata,” ujarnya.

Ia mengatakan hasil statistik BPS harus menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, termasuk untuk mengejar target yang telah ditetapkan dalam RPJMD Riau 2025–2029.

Menurut Supriyadi, kebijakan yang berbasis data akan membuat pemerintah lebih tepat dalam menentukan program dan melihat kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan persepsi, tapi pembangunan harus dibangun berdasarkan bukti,” tegasnya.

Pemprov Riau berharap pemanfaatan data statistik tidak berhenti pada evaluasi capaian masa lalu, tetapi digunakan untuk membaca peluang dan tantangan pariwisata Riau ke depan.**

Tags

Terkini

Malaysia Masih Jadi Penyumbang Wisman Terbesar ke Riau

Selasa, 01 September 2026 | 22:59:32 WIB

Karya Musik Riau Didorong Masuk Sistem Pencatatan Hak Cipta

Selasa, 01 September 2026 | 21:55:04 WIB

Kejagung Kebut Pengusutan Dugaan Korupsi Program MBG

Selasa, 01 September 2026 | 20:35:49 WIB

Kemenkum Riau Ajak PCR Perkuat Ekosistem Kekayaan Intelektual

Selasa, 01 September 2026 | 20:14:02 WIB

Regulasi MPN Dievaluasi Kemenkum Riau Soroti Kedudukan MPD

Selasa, 01 September 2026 | 19:15:17 WIB