Sawit Swadaya Riau Menguat, Harga Pekan Ini Naik Jadi Rp4.007 per Kg

Selasa, 07 April 2026 | 14:09:50 WIB
Pekerja mengangkut tandan buah sawit yang telah dipanen ke penampungan, di Siak (foto: Defizal)

iniriau.com, PEKANBARU – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pola kemitraan swadaya di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan untuk periode 8–14 April 2026. Penguatan harga ini dipicu oleh naiknya harga crude palm oil (CPO) dalam sepekan terakhir. Berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun, yakni sebesar Rp39,23 per kilogram atau sekitar 0,99 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau, Defris Hatmaja, mengatakan bahwa harga TBS petani untuk periode ini ditetapkan sebesar Rp4.007,05 per kilogram. “Untuk minggu ini harga TBS mengalami kenaikan dan sudah menembus Rp4.007,05 per kilogram. Ini dipengaruhi oleh naiknya harga CPO, meskipun harga kernel justru mengalami penurunan,” ujarnya.

Selain itu, harga cangkang pada periode ini ditetapkan sebesar Rp19,07 per kilogram, dengan indeks K yang digunakan sebesar 92,76 persen. Defris menjelaskan, harga CPO tercatat naik sebesar Rp271,48 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, harga kernel mengalami penurunan sebesar Rp306,32 per kilogram.

Dalam proses penetapan harga, ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang belum melakukan penjualan.
“Sesuai aturan Permentan Nomor 13 Tahun 2024, jika ada PKS yang tidak melakukan penjualan, maka digunakan harga rata-rata tim. Jika masuk validasi kedua, barulah mengacu pada harga rata-rata KPBN,” jelasnya.

Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat sebesar Rp16.041,67 per kilogram, sedangkan harga kernel KPBN sebesar Rp15.760,00 per kilogram. Menurutnya, tren kenaikan harga TBS kali ini menunjukkan perbaikan yang cukup baik, terutama dari sisi tata kelola penetapan harga yang semakin transparan.

“Kami berharap kondisi ini bisa terus terjaga. Dengan tata kelola yang semakin baik dan dukungan semua pihak, tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” tutup Defris.**

Tags

Terkini