Buruk Dicapaian Target, Edi Basri : BUMD Riau Dipenuhi Orang Tidak Kompeten

Kamis, 24 September 2026 | 18:04:00 WIB
Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri jelaskan hingga Agustus 2026, BUMD tidak capai target karena dikelola oleh orang-orang yang tidak berkompeten (foto: Astrid)

iniriau.com, Pekanbaru - Hingga Agustus 2026, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Riau banyak yang tidak mencapai target dividen yang sudah ditetapkan oleh Komisi III DPRD Riau.

Dari data yang ada pada Komisi III DPRD Riau,  tercata Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) hanya mampu membukukan dividen sebesar Rp89 milyar dari target yang ditetapkan sebesar Rp 100 milyar. Atau masih minus Rp11 miliar. Sementara waktu efektif berjalan tiga bulan lagi.

PT Riau Petroleum (RP) juga baru mencatatkan ldeviden sebesar Rp3,4 milyar. Padahal perusahaan minyak milik daerah itu ditargetkan mencapai dividen sebesar Rp500 milyar. Jauh sekali dari harapan.

Kabar baik datang dari dua BUMD yaitu PT Jamkrida Riau yang mampu melampaui capaian target dividen sebesar Rp 3,4 milyar, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 2,7 milyar. Kemudian, PT PER juga berhasil melampaui target dengan catatan dividen sebesar Rp 2,5 milyar, dari target Rp 2 milyar.

Sementara itu, PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) yang target  dividennya sebesar sebesar Rp2,7 milyar, hingga kini belum menyetorkan dividen. Kegagalan PT SPR ini disusul oleh PT PIR yang ditargetkan  mencapai dividen Rp4 milyar, namun belum juga memberikan kontribusi untuk pendapatan asli daerah (PAD).

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri mengatakan untuk tahun 2026, capaian kinerja BUMD sangat jauh dari harapan bahkan rata-rata buruk.

"Jauh dari harapan kita, harusnya sudah sampai 80%, tapi ini tidak sama sekali. Ini kan untuk PAD Riau, saya tidak paham dengan kinerja BUMD ini.  Dari kemarin laporannya masih sebatas tandatangan nota kesepakatan saja. Hasil tak sesuai," kata Edi Basri, Kamis (24/9) di ruang Komisi III DPRD Riau.

Edi Basri  tidak segan-segan mengatakan, rendahnya capaian  dividen BUMD karena perusahaan plat merah ini kebanyak dikelola oleh orang-orang yang tidak berkompeten di bidangnya.

"Itulah masalahnya, orang yang ditunjuk itu tidak kompeten. Lihat saja PT PIR tadi, tiga tahun tak ada progresnya. Lebih baik BUMD yang tidak menghasilkan dividen itu, dibekukan saja," tegasnya menutup wawancara dengan iniriau.com, Kamis sore.**

Tags

Terkini