iniriau.com, Pekanbaru - Para pedagang di kawasan Plaza Central Pasar Kodim Pekanbaru meminta agar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersikap transparan terkait keberadaan adanya institusi pendidikan di salah satu pusat perbelanjaan di Pekanbaru itu.
Selain itu, mereka juga meminta agar pengelolaan lapak di pasar tersebut kembali dikelola Pemko Pekanbaru, Jumat (11/9). Dari keterangan beberapa pedagang tersebut, mereka sudah beberapa kali menemui pihak Pemko Pekanbaru, namun tidak mendapatkan jawaban yang sesuai dengan harapan.
"Kalau menurut saya, tidak ada gunanya kampus tersebut di pasar ini. Tidak ada peningkatan jual beli, omset kami jauh merosot. Kami ingin kejelasan dari pihak Pemko Pekanbaru, mana buktinya, tunjukkan surat perjanjian dengan pihak kampus," kata Mulyani kepada iniriau.com, Jumat siang.
Tidak hanya institusi pendidikan, di dalam kawasan Plaza Central tersebut juga ada kos-kosan dan tempat ibadah umat Nasrani.
"Kita sekarang ini bingung, kenapa pengelola bersikap seperti itu. Ini tempat berjualan, dan tiba-tiba beralih fungsi dan disewakan ke pihak kampus. Di lantai atas itu ada kos-kosan. Itu pintu yang didepan Kakak sekarang, akses menuju kos-kosan diatas, ada tempat ibadah juga," lanjut Mulyani menjelaskan.
Mulyani berharap Pemko Pekanbaru benar-benar serius dalam menyelesaikan permasalahan antara para pedagang dan pengelola Plaza Central.
Pihak pengelola yaitu PT Peputra Maha Jaya dianggap sudah bersikap semena-mena kepada para pedagang. Saat ini masa kontrak pemakaian lapak sudah selesai, dan para pedagang diminta untuk membeli kembali seperti semula dengan nilai kontrak yang cukup memberangkatkan para pedagang.
"Masa kontrak pemakaian lapak kan sudah selesai, kami diberikan surat untuk perpanjangan, namun bayar perpanjangan lapak seperti saat kita beli lapak di awal. Kami diminta bayar sampai Rp 110 juta, itu memberatkan. Kalau hanya perpanjangan tidak perlu bayar sebanyak itu," ujar Mulyani dengan nada kecewa.
Harapan yang sama juga disampaikan Rahmi, ia berharap Pemko Pekanbaru benar-benar memperhatikan nasib para pedagang.
Ia mengatakan para pedagang di Plaza Central itu sudah banyak yang pergi, karena diminta uang ratusan juta untuk perpanjangan kontrak lapak untuk berjualan.
"Lihat saja sendiri, sudah banyak yang tutup lapak disini. Mereka tutup karena merasa tidak cocok harga lapak yang akan diperpanjang. Kami minta perhatian Pak Walikota Pekanbaru agar segera mencari solusi untuk masalah ini," pungkas Rahmi.
Saat ini, para pedagang yang tidak melakukan perpanjangan kontrak lapak dikawasan Plaza Central dikenakan biaya sewa lapak sebesar Rp 2.151.500,- per bulan.**