Riau Masih Dikepung Titik Panas, Inhil Sumbang 111 Hotspot

Sabtu, 05 September 2026 | 09:04:31 WIB
Asap kebakaran lahan di Riau (foto: Dok Kopasgat)

iniriau com, PEKANBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau masih menjadi perhatian serius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 346 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Riau hingga Sabtu (5/9/2026) pagi.

Dari data pemantauan satelit terbaru, Kabupaten Indragiri Hilir menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi. Wilayah ini mencatat 111 titik panas, disusul Indragiri Hulu sebanyak 97 titik dan Bengkalis 46 titik.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby C., mengungkapkan sebaran hotspot masih terkonsentrasi di sejumlah daerah yang selama beberapa pekan terakhir mengalami kondisi cuaca relatif kering.

“Hotspot paling banyak terpantau di Indragiri Hilir, kemudian Indragiri Hulu dan Bengkalis. Daerah-daerah ini menjadi wilayah yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pencegahan karhutla,” kata Deby.

Selain tiga daerah tersebut, hotspot juga terdeteksi di Siak sebanyak 31 titik, Kepulauan Meranti 27 titik, Pelalawan 26 titik, Dumai 3 titik, Kampar 2 titik, Pekanbaru 2 titik, serta Kuantan Singingi 1 titik.

Secara keseluruhan, Pulau Sumatera mencatat 4.229 titik panas. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak mencapai 2.587 titik. Posisi berikutnya ditempati Jambi dengan 539 titik, Bangka Belitung 409 titik, dan Riau sebanyak 346 titik.

Sementara itu, kondisi cuaca di Riau sepanjang Sabtu diprakirakan didominasi udara kabur hingga berawan. Peluang hujan hanya terjadi secara terbatas di sebagian wilayah Rokan Hilir dan Dumai pada pagi hari dengan intensitas ringan hingga sedang.

BMKG memperkirakan suhu udara berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan antara 50 sampai 97 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.

Di sektor perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah. Kondisi tersebut dinilai masih cukup aman bagi aktivitas pelayaran dan nelayan.**

Tags

Terkini