iniriau com, PEKANBARU – Riau kembali masuk daftar wilayah dengan aktivitas titik panas tertinggi di Sumatera. Hingga Sabtu (29/8/2026) sore, BMKG mencatat sebanyak 246 hotspot terdeteksi di provinsi tersebut.
Data pemantauan BMKG hingga pukul 16.00 WIB menempatkan Riau di urutan kedua setelah Sumatera Selatan yang mencatat 756 hotspot. Di bawah Riau terdapat Lampung dengan 142 titik dan Jambi sebanyak 135 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi Siregar, mengatakan secara keseluruhan terdapat 1.436 hotspot yang terpantau di Pulau Sumatera pada pembaruan sore.
“Untuk Riau, hotspot terbanyak berada di Indragiri Hilir sebanyak 80 titik, kemudian Pelalawan 75 titik dan Indragiri Hulu 39 titik,” ujar Gita.
Sejumlah daerah lainnya juga terpantau memiliki titik panas. Di Bengkalis terdapat 14 hotspot, Siak 12 titik, Kuantan Singingi 10 titik, Kampar 7 titik dan Rokan Hilir 4 titik.
Sementara Dumai tercatat memiliki tiga hotspot. Adapun Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti masing-masing ditemukan satu titik panas.
Selain tingginya aktivitas hotspot, kondisi udara di beberapa wilayah Riau juga masih dipengaruhi asap.
Hasil pengamatan BMKG pada pukul 16.00 WIB menunjukkan jarak pandang di Pekanbaru sekitar 6 kilometer. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Rengat dan Pelalawan dengan jarak pandang masing-masing 5 kilometer.
Sedangkan di Tambang, jarak pandang tercatat sekitar 7 kilometer. BMKG menyebut seluruh wilayah tersebut berada dalam kondisi berasap.
Dengan masih tingginya jumlah titik panas, masyarakat diimbau tidak lengah terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Warga di daerah yang menjadi konsentrasi hotspot juga diminta mengantisipasi dampak asap, terutama terhadap aktivitas di luar ruangan.**