OMC Dilanjutkan, 9 Ton Garam Disiapkan untuk Hujan Buatan di Riau

Senin, 24 Agustus 2026 | 19:45:00 WIB
Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau, M. Edy Afrizal (foto:Dok iniriau)

iniriau.com, PEKANBARU – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat. Pemerintah kembali melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap IV dengan menyiapkan sembilan ton garam untuk penyemaian awan guna memicu hujan buatan.

Kepala BPBD dan Damkar Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, mengatakan pelaksanaan OMC diperpanjang hingga 29 Agustus 2026. Namun, proses penyemaian garam tidak dapat dilakukan setiap saat karena bergantung pada keberadaan awan yang memenuhi syarat.

“OMC kembali diperpanjang sampai 29 Agustus. Saat ini tersedia sembilan ton garam yang siap digunakan untuk penyemaian,” ujar Edy, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, tim gabungan terus memantau perkembangan cuaca secara berkala untuk mendeteksi potensi awan yang dapat dimanfaatkan dalam operasi tersebut. Penyemaian baru dilakukan apabila kondisi atmosfer memungkinkan.

“Penyemaian tidak bisa dilakukan di lokasi tertentu sesuai keinginan. Harus ada awan potensial terlebih dahulu. Karena itu pemantauan dilakukan secara intensif setiap jam,” jelasnya.

Selain fokus pada upaya menciptakan hujan buatan, BPBD Riau juga mewaspadai masuknya asap lintas provinsi yang terbawa angin dari wilayah selatan Pulau Sumatera. Berdasarkan hasil pemantauan bersama BMKG, asap dari Lampung, Sumatera Selatan, dan Jambi mulai bergerak menuju wilayah Riau dan bercampur dengan asap karhutla lokal.

“Kami mengamati adanya asap kiriman dari beberapa provinsi di selatan yang masuk ke Riau. Kondisi ini bercampur dengan asap yang berasal dari kawasan Kerumutan,” kata Edy.

Ia mengungkapkan, sebaran asap bahkan telah terpantau bergerak hingga ke wilayah Sumatera Utara seiring arah angin yang dominan bertiup dari selatan ke utara.

Meski belum seluruhnya memasuki kawasan permukiman, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kesehatan akibat paparan asap, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, bayi, ibu hamil, dan lansia.

“Langkah antisipasi terus dilakukan agar masyarakat tidak terdampak lebih luas. Salah satunya dengan menyiapkan pembagian masker di wilayah yang berpotensi terpapar asap,” tutupnya.**

Tags

Terkini