Iniriau.com, Pekanbaru— Memasuki usia ke-28 tahun, Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berorientasi pada perolehan kursi politik, tetapi juga hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua DPD PAN Kota Pekanbaru, Roni Pasla, dalam rangkaian peringatan HUT ke-28 PAN yang digelar bertepatan dengan momentum menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Roni mengatakan, PAN yang berdiri pada 23 Agustus 1998 kini telah memasuki usia 28 tahun. Perayaan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat.
"Jadi hari ini genap 28 tahun Partai Amanat Nasional. Dari 23 Agustus 1998, hari ini kita genap 28 tahun. Ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut hari ulang tahun PAN sekaligus perayaan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81," ujar Roni, (23/08).
Dalam kegiatan tersebut, PAN Kota Pekanbaru memberikan santunan kepada anak yatim, menggelar berbagai permainan rakyat, serta melaksanakan pasar murah.
Menurut Roni, kegiatan pasar murah tersebut juga menjadi bagian dari semangat memperingati 81 tahun Indonesia merdeka dan HUT PAN.
Roni menerangkan di pasar murah ini, harga barang Rp81ribu ditebus dengan harga Rp28ribu. Angka 81 dan 28 sengaja diangkat sebagai simbol perayaan HUT RI dan HUT PAN.
"Kita memberikan santunan untuk anak yatim, kemudian melaksanakan permainan-permainan rakyat dan juga melaksanakan pasar murah. Ini melambangkan 81 tahun Indonesia merdeka dan 28 tahun usia PAN," jelasnya.
Roni yang juga merupakan anggota DPRD Kota Pekanbaru itu mengatakan, kegiatan tersebut menyasar kader PAN sekaligus masyarakat luas. Ia menyebut Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, telah menginstruksikan seluruh kader agar tidak hanya aktif dalam kegiatan politik, tetapi juga hadir membantu masyarakat.
"Sasarannya kader PAN Pekanbaru dan juga masyarakat. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menginstruksikan agar kader PAN membantu dan menyentuh langsung masyarakat," katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPW PAN Riau, Ir Sahidin, yang juga merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Riau II.
Roni menegaskan, kehadiran para kader di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam momentum ulang tahun PAN. Menurutnya, perayaan HUT partai seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata.
"Jadi sasaran kegiatan ini, di samping untuk memeriahkan HUT PAN dan Indonesia yang ke-81, kita juga ingin menyentuh langsung ke tengah-tengah masyarakat," tuturnya.
Memasuki usia 28 tahun, Roni menilai PAN telah berada pada fase partai yang semakin dewasa. Karena itu, kedewasaan tersebut menurutnya juga harus tercermin dalam sikap seluruh kader, terutama dalam menjalankan politik.
"Di usia ke-28 PAN, ini adalah usia yang dewasa. Seluruh kader harus dewasa dalam berpolitik," tegas Roni.
Ia menambahkan, politik tidak semestinya hanya dimaknai sebagai upaya mendapatkan sebanyak-banyaknya kursi dalam pemilu. Lebih dari itu, keberadaan partai harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Artinya, kita tidak sekadar hanya untuk mencari kursi yang banyak dalam pemilu, tapi juga harus banyak bermanfaat bagi masyarakat luas," ujarnya.
Roni mengingatkan, semangat tersebut sejalan dengan tagline PAN, yakni 'Bantu Rakyat'. Menurutnya, tagline tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan bukan sekadar menjadi slogan politik.
"Karena tagline PAN adalah 'Bantu Rakyat'. Jadi ini jangan hanya jadi slogan. Contohnya hari ini, kami PAN Kota Pekanbaru memberikan santunan kepada anak yatim dan sekaligus melaksanakan pasar murah," pungkasnya.**