Iniriau.com, Pekanbaru - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau terus memperkuat budaya menabung serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pelajar melalui sinergi bersama pemerintah daerah, industri perbankan, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” bertempat di Kantor OJK Provinsi Riau, Kamis (20/8).
Plt Kepala OJK Provinsi Riau, Mohammad Fredly Nasution mengatakan, Hari Indonesia Menabung bukan sekadar momentum untuk mengajak masyarakat menabung, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
“Menabung mengajarkan kita untuk disiplin, merencanakan masa depan, serta menggunakan dan mengelola keuangan secara bijak. Karena itu, membangun budaya menabung sejak dini merupakan investasi penting untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan mandiri secara finansial,” ujar Fredly.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 350 peserta yang terdiri atas perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Bank Indonesia, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, pimpinan perbankan, kepala sekolah, guru, serta pelajar SD, SMP, dan SMA dari berbagai wilayah di Provinsi Riau.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, industri perbankan di Provinsi Riau terus melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan inklusi keuangan di satuan pendidikan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Pada periode 1 Juli 2025 sampai dengan 31 Juli 2026, pembukaan rekening melalui Program KEJAR mencapai 51.321 rekening dengan total nominal Rp65,57 miliar, sementara kegiatan edukasi telah menjangkau 14.283 pelajar.
Pada 2026, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Riau juga terus mendorong implementasi Program KEJAR sebagai salah satu program strategis untuk memperluas akses keuangan bagi pelajar. Dari total 1.733.643 pelajar di Provinsi Riau, sebanyak 1.383.103 pelajar telah memiliki rekening Simpanan Pelajar (SimPel).
Capaian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya menabung sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi pelajar. Namun, peningkatan akses perlu berjalan seiring dengan penguatan pemahaman agar pelajar mampu menggunakan layanan keuangan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, Indeks Literasi Keuangan Provinsi Riau tercatat sebesar 68,93 persen, sedangkan Indeks Inklusi Keuangan sebesar 92,79 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa akses masyarakat Riau terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal telah berada pada tingkat yang tinggi, namun masih terdapat ruang untuk terus memperkuat literasi keuangan, khususnya bagi pelajar.
“Peningkatan literasi harus berjalan seiring dengan peningkatan inklusi keuangan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara tepat,” kata Fredly.
Menurut Fredly, penguatan literasi dan inklusi keuangan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, industri jasa keuangan, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan oleh OJK sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, perbankan, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan inklusif,” ujar Fredly.
Sementara itu, Plt. Gubernur Riau yang diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau M. Job Kurniawan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Riau mendukung upaya OJK, industri perbankan, dan satuan pendidikan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi pelajar, melalui Program KEJAR, edukasi keuangan, serta berbagai kegiatan yang mendorong budaya menabung sejak dini.
M. Job Kurniawan berharap sinergi seluruh pihak dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak pelajar di Provinsi Riau memiliki akses dan pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan untuk mempersiapkan masa depan.
Selain kegiatan edukasi dan inklusi keuangan, OJK Provinsi Riau juga menyelenggarakan Lomba Video Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi pelajar untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menabung, pengelolaan keuangan secara bijak, implementasi Program KEJAR, serta peran pelajar sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran keuangan di lingkungan sekolah dan keluarga.
OJK Provinsi Riau menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau, Bank Indonesia, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Riau, industri perbankan, satuan pendidikan, guru, orang tua, serta seluruh pelajar yang telah berpartisipasi dalam rangkaian Hari Indonesia Menabung Tahun 2026.
Ke depan, OJK Provinsi Riau akan terus memperluas jangkauan edukasi dan literasi keuangan melalui berbagai program kolaboratif bersama pemerintah daerah, satuan pendidikan, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya sebagai bagian dari komitmen OJK dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan di Provinsi Riau. **