Monyet Penyerang 18 Warga Inhil Diobservasi di BBKSDA Riau

Jumat, 07 Agustus 2026 | 06:22:18 WIB
Monyet yang menyerang warga Inhil (foto: Jri)

iniriau.com ,PEKANBARU – Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang sempat meneror warga Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), hingga melukai sedikitnya 18 orang, kini telah dievakuasi ke Pekanbaru. Satwa liar tersebut dibawa ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk menjalani observasi dan pemeriksaan kesehatan.

Humas BBKSDA Riau, Reni, mengatakan monyet tersebut akan ditangani oleh tim dokter hewan guna mencari penyebab perilakunya yang dinilai tidak lazim.

"Satwa itu kami bawa ke BBKSDA Riau untuk menjalani observasi. Pemeriksaan akan dilakukan oleh dokter hewan," ujar Reni, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, observasi dilakukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan monyet tersebut menjadi sangat agresif hingga berulang kali menyerang warga. Selain mengamati perilaku, tim medis juga akan memeriksa kondisi fisik serta kemungkinan adanya penyakit yang dapat memengaruhi perilaku satwa, termasuk dugaan paparan rabies.

Sebelum proses observasi dimulai, monyet tersebut akan menjalani masa karantina di Klinik Arsari BBKSDA Riau. Fasilitas itu biasa digunakan untuk menangani satwa liar hasil penyelamatan, penyerahan masyarakat, maupun konflik antara manusia dan satwa.

"Setibanya di Pekanbaru, satwa akan langsung dikarantina. Untuk teknis pemeriksaan dan lamanya observasi akan dijelaskan lebih lanjut oleh dokter hewan setelah pemeriksaan awal selesai," jelasnya.

BBKSDA Riau belum dapat memastikan berapa lama masa karantina maupun observasi berlangsung karena seluruh tahapan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan medis.

Sebelumnya, monyet liar tersebut meresahkan masyarakat Tembilahan setelah berkali-kali menyerang warga secara tiba-tiba di kawasan permukiman. Berdasarkan data BBKSDA Riau, sedikitnya 18 orang menjadi korban gigitan dan cakaran, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Beberapa korban bahkan mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan perawatan medis.

Situasi itu juga sempat memengaruhi aktivitas belajar mengajar. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memberlakukan pembelajaran secara daring bagi sejumlah sekolah di wilayah terdampak demi menghindari risiko serangan.

Penangkapan monyet dilakukan melalui operasi gabungan yang melibatkan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, BPBD, TNI, Polri, BBKSDA Riau, serta warga. Setelah beberapa hari pencarian, satwa tersebut akhirnya berhasil diamankan menggunakan kandang perangkap dan selanjutnya dibawa ke Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan sebelum ditentukan langkah penanganan berikutnya.**

Tags

Terkini