Bupati Siak: PT BSP Marwah Daerah untuk Kedaulatan Energi Nasional

Jumat, 31 Juli 2026 | 08:50:52 WIB
Bupati Siak Afni Zulkifli saat jadi narasumber pada Sarasehan Pasis Seskoau A-65 (foto: Humas Pemkab Siak)

iniriau.com, PEKANBARU – Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si, menegaskan PT Bumi Siak Pusako (BSP) memiliki peran strategis sebagai kebanggaan daerah sekaligus penopang kedaulatan energi nasional. Menurutnya, perusahaan daerah tersebut bukan sekadar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), melainkan simbol perjuangan masyarakat Siak dalam mengelola kekayaan migas secara mandiri.

Pernyataan itu disampaikan Afni saat menjadi narasumber pada Sarasehan Pasis Seskoau A-65 bertema Meneguhkan Nilai-Nilai Kejuangan dalam Mewujudkan Pertahanan Energi Guna Mewujudkan Pertahanan Negara yang Tangguh di Hotel Jatra Pekanbaru.

Dalam kesempatan itu, Afni turut memperkenalkan Direktur Utama BSP yang baru, Robi Junipa, bersama jajaran direksi dan komisaris.

Afni mengungkapkan, saat pengelolaan blok migas sepenuhnya berada di bawah BSP, perusahaan menghadapi tantangan berat. Infrastruktur yang telah berusia puluhan tahun, mulai dari jaringan pipa hingga sumur tua peninggalan operator sebelumnya, membutuhkan investasi besar agar produksi tetap berjalan optimal.

"BSP mewarisi jaringan pipa yang sudah tua dan sumur-sumur yang memerlukan teknologi tinggi untuk kembali berproduksi maksimal. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus kami selesaikan," ujar Afni.

Meski demikian, ia menyebut kondisi BSP mulai membaik dalam setahun terakhir. Perusahaan kini telah mampu membukukan dividen yang disetorkan kepada Pemerintah Kabupaten Siak sebagai kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Menurut Afni, pekerjaan belum selesai. Pemkab Siak terus mendorong pemulihan jaringan pipa agar distribusi minyak kembali dilakukan melalui jalur pipa, sehingga lebih efisien dibandingkan pengangkutan menggunakan truk.

Ia juga menegaskan seluruh minyak yang diproduksi BSP dipasok untuk kebutuhan dalam negeri melalui Pertamina sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

"BSP membutuhkan dukungan investasi, teknologi, dan kolaborasi agar produksi terus meningkat dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah maupun negara," katanya.

Afni menjelaskan perjalanan BSP merupakan bagian dari sejarah panjang pengelolaan migas di Siak, mulai dari masa Kesultanan Siak, era kolonial, pengelolaan Caltex, hingga akhirnya pada 2022 BSP resmi menjadi operator penuh dengan mayoritas sumber daya manusia berasal dari Riau.

"Menjaga BSP berarti menjaga sejarah, memperkuat kedaulatan energi, dan memastikan manfaat sumber daya alam dapat dirasakan oleh masyarakat Siak serta Indonesia," tutup Afni.**
 

Tags

Terkini