BBKSDA Riau Kerahkan Drone dan Kamera Trap Lacak Harimau di Inhil

Selasa, 28 Juli 2026 | 17:54:57 WIB
BBKSDA Riau turun ke Inhil (foto:Dok BBKSDA Riau)

iniriau.com, PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mulai melakukan langkah cepat menyikapi kemunculan harimau Sumatera yang meresahkan warga Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Sebanyak enam personel diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan identifikasi keberadaan satwa dilindungi tersebut.

Setibanya di Desa Danai, Rabu (29/7/2026), tim langsung memasang kamera jebak (camera trap) di kawasan Dusun Bukit. Lokasi itu dipilih karena menjadi titik ditemukannya jejak harimau sekaligus berada di area bekas kebun kelapa yang kini dipenuhi semak belukar.

Selain memasang kamera trap, petugas juga menerbangkan drone guna menyisir area yang diduga menjadi jalur perlintasan harimau. Namun hingga sore hari belum ditemukan keberadaan satwa tersebut.

Kepala Desa Danai, Halim, mengatakan warga masih melaporkan kemunculan harimau di sekitar Dusun Bukit pada siang hari.

"Sekitar pukul 13.00 WIB ada warga yang melihat satu ekor harimau. Sementara dari jejak kaki yang ditemukan diduga ada dua ekor karena ukuran tapaknya berbeda, ada yang besar dan ada yang lebih kecil," ujar Halim.

Ia menjelaskan, tim BBKSDA yang dipimpin Bambang Santoso baru tiba di desa pada sore hari sehingga pemantauan akan kembali dilanjutkan keesokan paginya, termasuk memeriksa hasil rekaman kamera trap.

Menurut Halim, teror harimau telah berlangsung selama lima hari terakhir. Kondisi tersebut membuat warga enggan beraktivitas di kebun, bahkan beberapa ternak sapi dilaporkan telah menjadi mangsa.

Dampak kemunculan harimau juga dirasakan sektor pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir menginstruksikan kegiatan belajar mengajar di wilayah tersebut dilaksanakan secara daring sebagai langkah antisipasi demi keselamatan siswa.

Pemerintah desa berharap upaya BBKSDA segera membuahkan hasil sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.

"Kami berharap harimau ini segera ditemukan dan ditangani. Warga sekarang takut ke kebun, sementara anak-anak juga tidak bisa bersekolah seperti biasa," tutup Halim.**

Tags

Terkini