iniriau.com, Pekanbaru – Pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Provinsi Riau berlangsung kondusif dengan arus mudik dan balik Idulfitri yang relatif lancar. Keberhasilan ini tak lepas dari kesiapan jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Riau dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan di lapangan.
Selama dua pekan operasi, aparat telah menjalankan serangkaian langkah strategis, mulai dari pra hingga pasca puncak arus mudik. Salah satu fokus utama adalah memastikan kelayakan kendaraan angkutan umum melalui ramp check, khususnya terhadap armada bus yang melayani perjalanan jarak jauh.
Selain aspek kendaraan, kondisi kesehatan pengemudi juga menjadi perhatian. Pemeriksaan kesehatan dilakukan guna memastikan para sopir dalam kondisi prima selama membawa penumpang.
Pengawasan juga diperkuat di sektor infrastruktur. Petugas melakukan pengecekan intensif di jalur arteri hingga ruas tol utama, termasuk Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Pekanbaru–Bangkinang. Akses masuk ke wilayah Riau turut dijaga ketat untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Di lapangan, pengamanan didukung dengan keberadaan Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), serta Pos Terpadu di sejumlah titik rawan. Patroli rutin ditingkatkan, sementara Tim Pengurai Macet Reaksi Cepat (TPRC) disiagakan untuk merespons kepadatan lalu lintas secara cepat.
Tak hanya itu, kolaborasi lintas instansi turut memperkuat pelaksanaan operasi. Polda Riau bekerja sama dengan TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, tenaga medis, serta pihak terkait lainnya dalam menjaga kelancaran dan keselamatan pemudik.
Upaya edukasi kepada masyarakat juga digencarkan melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun digital. Informasi kondisi lalu lintas disampaikan secara real time melalui RTMC yang didukung CCTV dan analisis Traffic Flow Group (TFG).
Hasilnya, angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat hanya tiga kejadian, berkurang dari enam kasus pada 2025. Dari sisi korban, jumlah meninggal dunia turun dari empat menjadi tiga orang. Korban luka berat juga menurun dari tiga menjadi satu orang, bahkan tidak ditemukan korban luka ringan pada tahun ini.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Jeki Rahmat Mustika, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Ini berkat sinergi seluruh pihak dan kepatuhan masyarakat yang semakin baik di jalan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 juga mendapat apresiasi dari pimpinan Polri, yang menilai jajaran lalu lintas mampu menjalankan tugas dengan optimal sehingga situasi tetap aman dan terkendali.
Pasca operasi, Polda Riau melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama tiga hari guna menjaga stabilitas situasi setelah arus balik. Di akhir pernyataannya, Jeki mengapresiasi peran masyarakat dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas kepatuhan dan kesadaran dalam berkendara. Ini menjadi kunci terciptanya mudik yang aman dan nyaman,” tutupnya.
Ke depan, kondisi lalu lintas yang tertib dan aman diharapkan dapat terus terjaga, sejalan dengan semangat mudik yang selamat dan penuh kebahagiaan.**