IAS Group Buka Posko Gabungan Nasional Layani Arus Mudik 2026

Kamis, 12 Maret 2026 | 20:41:24 WIB
Konferensi pers IAS pembukaan Posgabnas IAS Group sebagai pusat koordinasi operasional penerbangan mudik 2026 (foto:dok IAS)

iniriau.com, TANGERANG – Menyambut tingginya mobilitas masyarakat pada musim mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah/2026, InJourney Aviation Services (IAS) membentuk Posko Gabungan Nasional (Posgabnas) IAS Group sebagai pusat koordinasi operasional penerbangan selama periode Lebaran.

Posko tersebut resmi dibuka di Grand Anara Airport Hotel, Terminal 3 Domestik Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, oleh Direktur Utama IAS Budi Setyawan Wijaya, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Yudi Rizkyardi Darun, Kepala Otoritas Bandara Kementerian Perhubungan Putu Eka Cahyadi, Direktur Operasi Angkasa Pura Indonesia Agus Haryadi, serta jajaran pimpinan dari maskapai Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, dan Pelita Air Service.

Posko Gabungan Nasional IAS Group akan beroperasi mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Pelaksanaannya dilakukan secara serentak di empat wilayah operasional IAS Group, yakni Regional I di Bandara Internasional Kualanamu, Regional II di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Regional III di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, serta Regional IV di Bandara Internasional Hasanuddin.

Pembentukan posko ini bertujuan memperkuat koordinasi antarunit di lingkungan IAS Group sekaligus memastikan layanan kepada maskapai dan penumpang tetap berjalan optimal di tengah lonjakan pergerakan penumpang saat musim mudik dan arus balik.
Melalui Posgabnas tersebut, IAS melakukan pemantauan operasional secara langsung di sejumlah bandara. Pengawasan mencakup pergerakan penerbangan, pelayanan penumpang, penanganan bagasi hingga operasional kargo.

Pemantauan tersebut didukung berbagai sistem digital terintegrasi seperti Manajemen Operasi Traffic (MOT), Cargo Integrated System (CIS), Gapura Integrated System (GIS), serta Baggage Delivery Time (BDT). Selain sebagai pusat pengawasan operasional, Posgabnas juga difungsikan sebagai pusat komunikasi sekaligus crisis center yang memungkinkan koordinasi cepat antar pemangku kepentingan jika terjadi kondisi darurat atau gangguan operasional. 

Posko ini juga dilengkapi sistem pemantauan umpan balik pelanggan dari berbagai kanal layanan di bandara.
Direktur Operasi IAS, Danny Thaharsyah mengatakan, IAS terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar pengalaman perjalanan penumpang semakin nyaman.

Menurutnya, kesiapan yang dilakukan tidak hanya menyangkut fasilitas dan operasional bandara, tetapi juga kualitas layanan kepada pelanggan mulai dari kebersihan, kenyamanan hingga pelayanan yang lebih ramah bagi pengguna jasa penerbangan.

“IAS ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi para penumpang. Karena itu peningkatan kualitas layanan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

IAS juga memastikan kesiapan seluruh personel layanan di bandara selama periode angkutan udara Lebaran 2026 melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penyempurnaan proses operasional. Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) Yudi Rizkyardi Darun menegaskan bahwa sebagai holding aviasi dan pariwisata nasional, InJourney telah mempersiapkan operasional secara menyeluruh untuk menghadapi lonjakan mobilitas Lebaran.

Persiapan tersebut mencakup penguatan koordinasi melalui posko terpadu, kesiapan fasilitas bandara, optimalisasi personel, pengaturan jam operasional, hingga penegakan standar layanan di seluruh ekosistem InJourney.
Ia menambahkan, momentum Ramadan dan Idulfitri tidak hanya identik dengan arus mudik, tetapi juga mendorong peningkatan pergerakan wisata domestik.

Untuk sektor hospitality, InJourney memproyeksikan tingkat hunian hotel dalam ekosistemnya mencapai sekitar 63 persen atau meningkat sekitar 10 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, kunjungan ke destinasi wisata yang dikelola InJourney diperkirakan naik sekitar 15 persen selama libur Lebaran.

Beberapa destinasi wisata yang diprediksi mengalami lonjakan kunjungan di antaranya Candi Prambanan dan Ratu Boko, Candi Borobudur, Kawasan Wisata Mandalika, Nusa Dua, Golomori, Sarinah, hingga Taman Mini Indonesia Indah.

Menurut Yudi, peningkatan jumlah wisatawan juga dipengaruhi kebijakan pemerintah yang menerapkan sistem kerja Work From Anywhere (WFA) selama periode tertentu, sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas lebih dalam bepergian. “InJourney memperkirakan kunjungan wisata selama periode Lebaran tahun ini akan meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” tutupnya.**

Tags

Terkini