iniriau.com, PEKANBARU – Provinsi Riau tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Pulau Sumatera berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dari total 237 hotspot yang terdeteksi di Sumatera, sebanyak 142 titik berada di wilayah Riau.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, menyebutkan titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Dua daerah dengan jumlah hotspot paling tinggi yakni Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu.
“Dari hasil pemantauan satelit, Riau tercatat memiliki 142 hotspot. Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak yaitu 58 titik, sementara Indragiri Hulu sebanyak 47 titik,” kata Alfa Nataris, Kamis (12/3/2026).
Selain itu, beberapa daerah lain juga terdeteksi memiliki titik panas, di antaranya Kabupaten Kampar dengan 19 titik, Bengkalis 8 titik, dan Siak 4 titik. Sementara Kota Pekanbaru tercatat terdapat 2 hotspot. Adapun daerah lain seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hilir masing-masing terpantau memiliki satu titik panas.
Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sumatera, jumlah hotspot di Riau masih yang paling tinggi. BMKG mencatat Jambi berada di posisi berikutnya dengan 32 titik panas, disusul Kepulauan Riau sebanyak 29 titik.
Kemudian Aceh mencatat 13 hotspot dan Sumatera Utara 10 titik. Sementara Bangka Belitung, Sumatera Selatan, serta Lampung masing-masing mencatat tiga titik panas. Adapun Bengkulu dan Sumatera Barat masing-masing terpantau satu hotspot.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, terutama saat kondisi cuaca cenderung kering. Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menjaga kelembapan lahan di sekitar pekarangan agar tidak mudah kering dan berdebu, sehingga dapat meminimalkan risiko kebakaran.**